Thursday, 5 May 2016

TANTE RAYA




Tante Raya adalah tateku yang memberikanku kepuasan dan kenikmatan dalam Sex. Karena sejak
aku tinggal dirumahnya aku selalu menjadi pelampiasan nafsu Sex tante Raya yang besar.


Pertama kali aku berhubungan Sex dengan tante Raya adalah ketika aku memepergoki tante Raya sedang masturbasi, namun bukannya tante Raya malu kepadaku malah tante Raya
menggeretku masuk dalam kamarnya dan menyuruhku untuk memuaskan nafsu Sex nya itu.
sementara aku sudah tidak bisa menolak karena tante Raya langung memegang penisku dan
langung membuka celana dan celana dalamku dan langsung mengulumnya. Aku pun tak menyia-
nyiakan kesempatan itu dengan memuaskan tante Raya.
Setelah kejadian itu, tante sering memintaku memuaskan nafsunya kapan saja ketika tante
Raya sedang sange. Dan aku pun menurutinya karena semua kehidupanku tante Raya yang
memenuhinya. Hingga sampai sekarang aku masih menjadi pemuas nafsu tanteku Raya. Sampai
suatu ketika siang hari setelah aku memuaskan nafsu tante Raya, tiba-tiba ada seseorang
datang mengetok pintu. Setelah aku membuka pintu, nampaklah seorang wanita setengah baya
dengan umur yang gak jauh beda dengan tante Raya sangat seksi sekali. Dengan pakaian yang
sangat indah sekali tubuh tante itu terlihat sangat seksi sekali dan wajahnya juga
terlihat sangat cantik sekali. Buah dadanya lumayan besar sekitar 36B dan pantat yang
bulat padat menghiasi tubuh tante itu.
Sapaan tante itu membuyarkan pandanganku, dan kemudian tante itu mencari tante Raya. Aku
memepersilahkan masuk tante itu dn langsung memanggilkan tante Raya dan tak lama tante
Raya pun keluar dan mereka tampak karab sekali. Ternyata setelah aku mendengar
percakapanya ternyata tante cantik tante eksi itu namanya adalah tante Dira dan dia adalah
adik perempuan tante Raya. Gilaaak bener, kakak adik dengan wajah cantik dan tubuh yang
sangat bahenol sekali untuk dinikmati.
Dirumah, tante Raya sudah beberapa kali berpesan padaku jangan sampe aku perlakukan Tante
Dira sama sepertinya, rupanya Tante Raya cemburu karena ngeliat kemungkinan itu ada.
Sampai suatu ketika tante sedang pergi dengan om ke Surabaya selama dua hari. Sehari
sebelum berangkat aku sempat melampiaskan nafsuku bersama tanteku di sebuah motel deket
rumah, biar aman. Disana sekali lagi tante Raya berpesan Aku mengiyakan, aku bersusaha
meyakinkan.



Setelah tante dan om berangkat aku mulai menyusun rencana. Dirumah tinggal aku, Tante Dira
dan seorang pembantu. Hari pertama niatku belom berhasil. Beberapa kali aku menggoda Tante
Dira dengan cerita-cerita menjurus porno tapi Tante nggak bergeming. Saking nggak tahan
nafsu ingin menyetubuhi Tante Dira, malamnya aku coba mengintip saat dia mandi. Dibelakang
kamar mandi aku meletakkan kursi dan berencana mengintip dari lubang ventilasi.
Hari mulai malam ketika Tante Dira masuk kamar mandi, aku memutar kebelakang dan mulai
melihat aktifitas seorang wanita cantik didalam kamar mandi. Perlahan kulihat Tante Dira
menanggalkan daster merah jambunya dan menggantungkan di gantungan. Ups! Ternyata Tante
Dira tidak memakai apa-apa lagi dibalik daster tadi. Putih mulus yang kuidam-idamkan kini
terhampar jelas dibalik lubang fentilasi. Pertama Tante Dira membasuh wajahnya. Sejenak
dia diam dan tiba-tiba tangannya mengelus-elus lehernya, lama.
Perlahan tangan itu mulai merambah buah dadanya yang besar. Aku berdebar, lututku
gemetaran melihat adegan sensual didalam kamar mandi. Jemari Tante Dira menjelajah setiap
jengkal tubuhnya yang indah dan berhenti diselangkangannya. Badan Tante Dira bergetar dan
dengan mata menutup dia sedikit mengerang ohh! Dan tubuhnya kelihatan melemas. Dia
orgasme. Begitu cepatkah? Karena penisku juga sudah menggeliat-geliat, aku menuntaskan
nafsuku dibelakang kamar mandi dengan mata masih memandang ke dalam. Nggak sadar aku juga
mengerang dan spermaku terbang jauh melayang.
Dalam beberapa detik aku memejamkan mata menahan sensasi kenikmatan. Ketika kubuka mata,
wajah cantik Tante Dira sedang mendongak menatapku. Wah ketahuan nih. Belum sempat aku
bereaksi ingin kabur, dari dalam kamar mandi Tante Dira memanggilku lirih.
“Bayu, nggak baik mengintip,” kata tante Dira.
“Aduh mati aku ketahuan deh,” gumamku dalam hati.
“Maaf, tante ga sengaja,” kataku pelan
“Nggak apa-apa, dari pada disitu mendingan..,” kata Tante Dira lagi sambil tangannya
melambai dan menunjuk arah ke dalam kamar mandi.




Aku paham maksudnya, dia memintaku masuk kedalam. Tanpa hitungan ketiga aku langsung
loncat dan berlari memutar kedalam rumah dan sekejap aku sudah stand by di depan pintu
kamar mandi. mataku sedikit melongok sekeliling takut ketahuan pembantu. Hampir bersamaan
pintu kamar mandi terbuka dan aku bergegas masuk. Kulihat Tante Dira melilitkan handuk
ditubuhnya. Tapi karena handuknya agak kecil maka paha mulusnya jelas terlihat, putih dan
sangat menggairahkan.
“Kamu pake ngitip aku segala,” ujar Tante Dira.
“Aku kan nggak enak kalo mau ngomong langsung, bisa-bisa aku kena tampar, hehehe,”
balasku.



Tante Dira memandangku tajam dan dia kemudian menerkam mulutku. Dengan busanya dia
mencumbuku. Bibir, leher, tengkuk dan dadaku nggak lepas dari sapuan lidah dan bibirnya.
Melihat aksi ini nggak ada rasa kalo Tante Dira tuh orang desa. Ternyata keahlian bercinta
itu tak memandang desa atau kota yah.



Sekali sentak kutarik handuknya dan wow! Pemandangan indah yang tadi masih jauh dari
jangkauan kini bener-bener dekat, bahkan menempel ditubuhku. Dalam posisi masih berdiri
kemudian Tante Dira membungkuk dan melahap Penisku yang sudah tegak kembali. Lama aku
dihisapnya, nikmat sekali rasanya. Tante Dira lebih rakus dari tante Raya. Atau mungkin
disinilah letak ‘kampungan’nya, liar dan buas. Beberapa menit kemudian setelah puas
menghisap, tante Dira mengambil duduk dibibir bak mandi dan menarik wajahku. Kutau
maksudnya. Segera kusibakkan rambut indah diselangkangannya dan bibir merah labia mayora
menantangku untuk dijilat. Jilatanku kemudian membuat Tante Dira menggelepar. Erangan demi
erangan keluar dari mulut Tante Dira.




“Bayu kamu hebat, pantesan si Raya puas selalu,” cerocos Tante Dira.
“Emangnya Tante Dira tau?” jawabku disela aktifitas menjilat.
“Ya tantemu itu cerita. Dan sebelum ke Surabaya dia berpesan jangan menggodaku, dia
cemburu tuh,” balas Tante Dira.


Ups, rupanya rahasiaku sudah terbongkar. Kuangkat wajahku, lidahku menjalar menyapu setiap
jengkal kulit putih mulus Tante Dira.

“Sedari awal aku sudah tau kamu mengintip, tapi kubiarkan saja, bahkan kusengaja aja tadi
pura-pura orgasme untuk memancingmu, padahal sih aku belum keluar tadi, hehehe kamu
tertipu ya, tapi yo, sekarang masukin yuk, aku bener-bener nggak tahan mau keluar,” kata
Tante Dira lagi.
Aku sedikit malu juga ketahuan mengintip tadi.

Lalu aku bilang padanya “Sebentar lagi tante belom juga apa-apa masa mau langsung sih”.
“Creeep…” secara tiba-tiba ujung hidungku kupaksakan masuk ke dalam celah vaginanya itu.
“Aaahh… kamu nakaal,” jeritnya cukup keras. Terus terang vaginanya adalah terindah yang
pernah kucicipi, bibir vaginanya yang merah merekah dengan bentuk yang gemuk dan lebar itu
membuatku semakin bernafsu saja. Bergiliran kutarik kecil kedua belah bibir vagina itu
dengan mulutku. “Ooohh lidahmu.. oooh nikmatnya Bayu…” lirih Tante Dira.

“Aahh.. sayang… Tante suka yang itu yaahh.. sedooot lagi dong sayang oooggghh,” ia mulai
banyak menggunakan kata sayang untuk memanggilku. Sebuah panggilan yang sepertinya terlalu
mesra untuk tahap awal ini.
Lima menit kemudian… “Sayang.. Aku ingin cicipin punya kamu juga,” katanya seperti
memintaku menghentikan tarian lidah di vaginanya.
“Ahh… baiklah Tante, sekarang giliran Tante lagi yah..,” lanjutku kemudian berdiri
mengangkang tepat di depan wajahnya . Tangannya langsung meraih Penisku dan sekejap
terkejut menyadari ukurannya yang jauh di atas rata-rata.


“Okh Bayu… indah sekali punyamu ini..” katanya padaku, lidahnya langsung menjulur kearah
kepala Penisku yang sudah sedari tadi tegang dan amat keras itu.

“Mungkin ini nggak akan cukup kalau masuk di.. aah mm… ngggmm,” belum lagi kata-kata
isengnya keluar aku sudah menghunjamkan kearah mulutnya dan, “Crooop..” langsung memenuhi
rongganya yang mungil itu.

Matanya menatapku dengan pandangan lucu, sementara aku sedang meringis merasakan kegelian
yang justru semakin membuat senjataku tegang dan keras.

“Aduuuh enaak… ooohh enaknya Tante ooohh..” sementara ia terus menyedot dan mengocok
Penisku keluar masuk mulutnya yang kini tampak semakin sesak.

Tangan kananku meraih payudara besarnya yang menggelayut bergoyang kesana kemari sembari
tangan sebelah kiriku memberi rabaan di punggungnya yang halus itu.
Sesekali ia menggigit kecil kepala Penisku dalam mulutnya, “Mm… hmmm…” hanya itu yang
keluar dari mulutnya, seiring telapak tanganku yang meremas keras daging empuk di dadanya.
“Crop…” ia mengeluarkan Penisku dari mulutnya. Aku langsung menyergap pinggulnya dan
lagi-lagi daerah selangkangan dengan bukit berbulu itu kuserbu dan kusedot cairan mani
yang sepertinya sudah membanjir di bibir vaginanya.Cerpen Sex

“Aoouuuhh… Tante nggak tahan lagi sayang ampuuun… Bayuooo… hh masukin sekarang juga,
ayooo..” pintanya sambil memegang pantatku. Segera kuarahkan Penisku ke selangkangannya
yang tersibak di antara pinggangku menempatkan posisi liang vaginanya yang terbuka lebar,
pelan sekali kutempelkan di bibir vaginanya dan mendorongnya perlahan.

“Nggg… aa.. aa.. aa.. iii.. ooohh masuuuk… aduuuh besar sekali sayang, ooohh…” ia
merintih, wajahnya memucat seperti orang yang terluka iris.
“Ooohh.. aa… aahh… aahh… mmhh geliii ooohh enaknya, Baaayyyy… oooh,” desah Tante Dira.
“Yaahh enaak juga Tante.. ooohh rasanya nikmat sekali, yaahh.. genjot yang keras Tante,
nikmat sekali seperti ini, ooohh enaakk… ooohh Tante ooohh..” kata-kataku yang polos itu
keluar begitu saja tanpa kendali.

Tanganku yang tadi berada di atas kini beralih meremas bongkahan pantatnya yang bahenol
itu. Setiap ia menekan ke bawah dan menghempaskan vaginanya yang tertusuk Penisku, secara
otomatis tanganku meremas keras bongkahan pantatnya. Secara refleks pula vaginanya
menjepit dan berdenyut seperti menyedot batang kejantananku.

Hanya sepuluh menit setelah itu goyangan tubuh Tante Dira terasa menegang, aku mengerti
kalau itu adalah gejala orgasme yang akan segera diraihnya, “Bayuoo… aahh aku nngaak…
nggak kuaat aahh.. aahh.. ooohh…”

“Taahaan Tante… tunggu saya dulu nggg.. oooh enaknya Tante.. tahan dulu … jangan keluarin
dulu..” Tapi sia-sia saja, tubuh Tante Dira menegang kaku, tangannya mencengkeram erat di
pundakku, dadanya menjauh dari wajahku hingga kedua telapak tanganku semakin leluasa
memberikan remasan pada buah dadanya.

Aku sadar sulitnya menahan orgasme itu, hingga aku meremas keras payudaranya untuk
memaksimalkan kenikmatan orgasme itu padanya. “Ooo… nggg… aahh… sayang sayang.. sayang..
oooh enaak..

Tante kelauaar.. ooohh.. ooohh…” teriaknya panjang mengakhiri babak permainan itu. Aku
merasakan jepitan vaginanya disekeliling Penisku mengeras dan terasa mencengkeram erat
sekali, desiran zat cair kental terasa menyemprot enam kali di dalam liang vaginanya
sampai sekitar sepuluh detik kemudian ia mulai lemas dalam pelukanku.

Kemudian aku genjot lagi tanpa memberikan waktu untuk istirahat untuk Tante Dira. Selang
tak berapa lama Tante Dira mengerang nikmat dan merem melek setiap kali kugenjot dengan
batang kejantananku yang sudah besar dan memerah.

Lama kami bertarung dalam posisi ini, sesekali dia menarik tubuhku biar lebih dalam.
Setelah puas dengan sensasi ini kami coba ganti posisi. Kali ini dalam posisi dua-duanya
berdiri, kaki kanannya diangkat dan diletakkan diatas toilet.

Agak sedikit menyamping kuarahkan Penisku ke vaginanya. Dengan posisi ini kerasa banget
gigitan vaginanya ketika kugenjot keluar masuk. Kami berpelukan dan berciuman sementara
Penisku masih tetep aktif keluar masuk.

Puas dengan gaya itu kami coba mengganti posisi. Kali ini doggie style. Sambil membungkuk,
tante Dira menopangkan tangan di bak mandi dan dari belakangnya kumasukkan kemaluanku. Uhh
terasa nikmatnya karena batang Penisku seakan dijepit dengan daging yang kenyal. Kutepuk
tepuk pantatnya yang mulus dan berisi. Tante Dira mendesis-desis seperti kepedesan. Lama
kami mengeksplorasi gaya ini.

Dalam beberapa menit kemudian Tante Dira memintaku untuk tiduran di lantai kamar mandi.
Walaupun agak enggan, kulakuin juga maunya, tapi aku tidak bener-bener tiduran karena
punggungku kusenderkan didinding sementara kakiku selonjoran.

Dan dalam posisi begitu aku disergapnya dengan kaki mengangkangi tubuhku. Dan perlahan
tangan kanannya memegang Penisku, sedikit dikocoknya dan diarahkan ke vagina yang sudah
membengkak. Sedetik kemudian dia sudah naik turun diatas tubuhku. Rupanya Tante Dira
sangat menikmati posisi ini. Buktinya matanya terpejam dan desisannya menguat.Cerpen Sex

Lama kubiarkan dia menikmati gaya ini. Sesekali kucium bibirnya dan kumainkan pentil buah
dadanya. Dia mengerang nikmat. Dan sejenak tiba-tiba raut mukanya berubah rona.
Dia meringis, mengerang dan berteriak.

“Bayu, aku mau nyampe lagi nih, oh, oh, oh, ah, ah nikmatnya,” erangnya.
Tangannya meraih tubuhku dan aku dipeluknya erat. Tubuhnya menggeliat-geliat panas sekali.
“Ohh,” ditingkah erangan itu, kemudian tubuhnya melemah dipangkuanku.

Dalam hatiku curang juga nih Tante, masak aku dibiarkan tidak tuntas. Masih dalam posisi
lemas, tubuhnya kutelentangkan di lantai kamar mandi tanpa mencabut mr happy dari
vaginanya. Dan perlahan mulai kugenjot lagi. Dia mengerang lagi mendapatkan sensasi
susulan. Uh tante Dira memang dahsyat, baru sebentar lunglai sekarang sudah galak lagi.
Pinggulnya sudah bisa mengikuti alur irama goyanganku. Lama kami menikmati alunan irama
seperti itu, kini giliranku mau sampai.
“Tante aku mau keluarin ya”, kataku menahan gejolak, bergetar suaraku.

“Sama-sama ya Bayu, aku mau lagi nih, ayo, yok keluarin, yok, ahh”.

Dibalik erangannya, akupun melolong seperti megap-megap. Sejurus kemudian kami sudah
berpelukan lemas dilantai kamar mandi. Persetan dengan lantai ini, bersih atau nggak,
emangnya gue pikirin. Kayaknya aku tertidur sejenak dan ketika sadar aku segera mengangkat
tubuh Tante Dira dan kamipun mandi bersama.

Selesai mandi, kami bingung gimana harus keluar dari kamar mandi. Takut Bi Ijah tau.
Kubiarkan Tante Dira yang keluar duluan, setelah aman aku menyusul kemudian. Namun
bukannya kami kekamar masing-masing,

Tante Dira langsung menyusul ke kamarku setelah mengenakan daster. Aku yang masih
telanjang di kamarku langsung disergapnya lagi. Dan kami melanjutkan babak babak
berikutnya. Malam itu kami habiskan dengan penuh nafsu membara.


Kuhitung ada sekitar 10 kali kami keluar bersama. Aku sendiri sudah terbiasa dengan
orgasme sebanyak itu. Walaupun di ronde-ronde terakhir spermaku sudah tidak keluar lagi,
tapi rasa puas karena multi orgasme tetap jadi sensasi.

Selama 2 hari Tante Raya di Surabaya, aku habiskan segala kemampuan sexualku dengan Tante
Dira. Sejak kejadian itu masih ada sebulan tante Dira tinggal dirumah Tante Raya. Selama
itu pula aku kucing-kucingan bermain cinta.

Aku harus melayani Tante Raya dan juga bermain cinta dengan Tante Dira. Semua pengalaman
itu nyata kualami. Aku nggak merasa capek harus melayani dua wanita STW yang dua-duanya
punya nafsu tinggi karena aku juga menikmatinya.

Wednesday, 4 May 2016

OM PERKASA



Begitu perkasanya Om ku malam itu. Aku disetubuhinya habis-habisan hingga aku mencapai
puncak kepuasan yang sangat aku inginkan. Aku sangat mendambakan seseorang yang sangat
bisa memuaskan aku, karena nafsuku yang besar. Sebut saja namaku Astrid, aku memiliki
tubuh yang sangat bahenol dan semok. Namun aku juga memilki nafsu yang sangat besar,
sekali aku diberi sentuhan, aku pasti langsung menggila dengan perlakuan Sex ku dengan
lawan seranjangku. Namun sampai saat ini aku hanya mendapatkan yang biasa-biasa saja dan
belum bisa memuaskan nafsuku hingga akhirnya Om ku lah yang mampu memberikan semua yang
aku dambakan.



Aku tinggal dirumah Om ku sudah lumayan lama, karena kedua orang tuaku diluar negri, jadi
aku dititipkan kepada Om dan Tanteku. Selama tinggal dirumah Om ku, aku mengetahui kalau
om dan tante sering bertengkar, dan jika sudah bertengkar mereka berdua saling pergi
sendiri-sendiri dan tak lagi saling menyapa. Itu merupakan hal biasa yang aku lihat
sehari-hari. Dengan om dan tanteku yang sering tidak dirumah, aku menjadi sangat bebas,
dan pergaulanku juga yang bebas membuatku semakin Binal. Aku sering dugem dan pulang
hingga dini hari, kalau om dan tanteku keluar kota aku juga sering membawa teman cowoku
kerumah untuk memuaskan nafsu Sex ku yang membara tanpa sepengetahuan om dan tanteku.
Waktu itu pagi hari aku mendengar om dan tanteku bertengkar hebat, hingga akhirnya mereka
berdua pergi dan sunyilah rumah yang selalu dihiasi dengan pertengkaran itu. Setelah aku
selesai beres-beres, kemudian aku pun berangkat kuliah dengan mobil yang diberikan oleh Om
ku. Setelah perkuliahan selesai aku pun tak langsung pulang karena dirumah pasti juga sepi
gak ada orang karena pertengkaran om dan tante tadi pagi. Aku pun nongkrong dicafe dengan
teman-temanku hingga akhirnya setelah aku dan teman-teman merasa bosan menujulah aku
kesebuah tempat dugem. Suasana ramai dugem membuatku tenang hingga akhirnya aku minum
alcohol, namun belum sampai aku mabok aku merasa ada yang mengganjal dan aku putuskan
untuk pulang.
Sesampai dirumah, suasana sangat sepi sekali. Aku menduga kalau om dan tante pasti gak
pulang. Aku merasa sangat haus sekali lalu Menujulah aku kebelakang untuk mengambil
minuman yang ada dikulkas. Namun saat aku membungkuk aku sangat dikagetkan dengan
kedatangan seseorang ku yang tiba-tiba langsung memelukku dari belakang. Setelah aku
menengok kebelakang ternyata Om ku yang memelukku, aku gak tau dari mana datangnya dan.
“Kamu dari mana Trid”.
“Dugem sama teman-teman om”, jawabku.
“Kamu minum alkohol ya, kecium dari bau mulutmu. Kamu nge drug ya juga ya Trid”, kata om
lagi sambil tetap memelukku dan mengajak aku duduk,
“Duduk yuk”. Dia menyalakan lampu disebelah sofa, sehingga ruang menjadi lebih terang.
“Enggak sampe pake obat kok om, cuma kebanyakan minum”, jawabku. Saat itu aku pake pakaian
dugemku, tank top ketat dan celana super pendek. Belahan tanktop ku rendah sehingga
toketku selalu mau loncat keluar kalo aku membungkuk. aku duduk disebelah om sambil
menuangkan air dingin ke gelas sambil menawarinya.
“Om mau minum?” Dia diam saja, matanya menelusuri toket dan pahaku. Aku juga bisa mencium
bau alkohol dinapasnya, ternyata om baru minum bir, karena dimeja dekat sofa tergeletak
beberapa kaleng bir kosong.
“Om minum juga, ngilangin stres ya om”, kataku. Dia diam saja, tangannya memelukku.
“Dugemnya dilanjutin sama om yuk”, katanya sambil mencium pipiku.

Baca JUga Cerita Sex Lain nya di CeritasexTerbaru.Net

Aku memberontak, tapi dia mempererat peukannya, aku tenggelam dipelukannya. Dia mulai
menciumi leherku, daerah yang paling sensitif di tubuhku. Aku mulai menggeliat akibat
ciumannya. Tiba2 dia melepaskan pelukannya, mukaku dihadapkan ke wajahnya dan dia langsung
mencium bibirku. Kembali tangan satunya segera memelukku dan tangan lainyya menyambar
toketku dan diremas2nya pelan. Aku menggeliat2, napsuku langsung naik, apalagi aku masih
berada dalam pengaruh ringan alkohol, “Om…”. Lupa bahwa yang memelukku adalam suami
tanteku.

Iklan Sponsor :


Tubuhnya bergeser merapat, bibirku terus dilumatnya. Aku mengulum bibirnya yang tebal dan
ketebalan bibirnya memenuhi mulutku. Sedang kunikmati lidahnya yang menjelajah dimulutku,
kurasakan tangan besarnya menyelusup kedalam tank topku dan meremas toketku yang masih
terbungkus bra. Toketku ternyata tercakup seluruhnya dalam tangannya. Dan aku rasanya
sudah tidak kuat menahan gejolak napsuku, padahal baru awal pemanasan. Bibirnya mulai
meneruskan jelajahannya, sambil melepaskan tank topku, leherku dikecup, dijilat kadang
digigit t. Sambil tangannya terus meremas-remas toketku.

Iklan Sponsor :


Kemudian tangannya menjalar ke punggungku dan melepas kaitan bra ku sehingga toketku bebas
dari penutup. Bibirnya menelusuri pentil kiriku, disentuh dengan lidahnya dan dihisap.
Terus pindah ke pentil kanan. Kadang-kadang seolah seluruh toketku akan dihisap. Dan
tangan satunya mulai turun dan memainkan puserku, terasa geli tapi nikmat, napsuku makin
berkobar karena elusan tangannya. Kemudian tangannya turun lagi dan menjamah
selangkanganku. Memekku yang pasti sudah basah sekali. Lama hal itu dilakukannya sampai
akhirnya dia kemudian membuka ristsluiting celana pendekku dan menarik celanaku ke bawah,
Tinggalah celana dalam miniku ku yang tipis yang memperlihatkan jembutku yang lebat,
saking lebatnya jembutku muncul di kiri kanan dan dibagian atas dari cd mini itu.

Kunjungi JUga CeritaSexHot.Org

Jembutku lebih terlihat jelas karena celana dalam ku sudah basah oleh cairan Memekku yang
sudah banjir. Dibelainya celah Memekku dengan perlahan. Sesekali jarinya menyentuh itilku
karena ketika dielus pahaku otomatis mengangkang agar dia bisa mengakses daerah Memekku
dengan leluasa. Bergetar semua rasanya tubuhku, kemudian celana dalam ku yang sudah basah
itu dilepaskannya. Aku mengangkat pantatku agar dia bisa melepas cdku. Telanjanglah aku
dihadapan nya. Jarinya mulai sengaja memainkan itilku. Dan akhirnya jari besar itu masuk
ke dalam Memekku.

Iklan Sponsor :


Oh, nikmatnya, bibirnya terus bergantian menjilati pentil kiri dan kanan dan sesekali
dihisap dan terus menjalar ke perutku. Dan akhirnya sampailah ke Memekku. Kali ini
diciumnya jembutku yang lebat dan aku rasakan bibir Memekku dibuka dengan dua jari. Dan
akhirnya kembali Memekku dibuat mainan bibirnya, kadang bibirnya dihisap, kadang itilku,
namun yang membuat aku tak tahan adalah saat lidahnya masuk di antara kedua bibir Memekku
sambil menghisap itilku. Dia benar benar mahir memainkan Memekku. Hanya dalam beberapa
menit aku benar-benar tak tahan. Dan aku mengejang, dengan sekuatnya aku berteriak sambil
mengangkat pantatku supaya merapatkan itilku dengan mulutnya, kuremas-remas rambutnya yang
mulai menampakkan ubannya. Hebat om, hanya dengan bibir dan lidahnya saja aku sudah
nyampe. Dia terus mencumbu Memekku, rasanya belum puas dia memainkan Memekku hingga
napsuku bangkit kembali dengan cepat. “Om, Astrid sudah pengen dientot.” kataku memohon
sambil kubuka pahaku lebih lebar. Dia pun bangkit, mengangkat badanku yang sudah lemes dan
dibawanya ke kamarnya.

Kunjungi JUga CeritaSexTerbaru.ORG

Di kamar, aku dibaringkan di tempat tidur ukuran besar dan dia mulai membuka bajunya,
kemudian celananya. Aku terkejut melihat Penisnya yang besar dan panjang nongol dari
bagian atas celana dalamnya sampai hampir menyentuh pusernya, gak kebayang ada sebesar dan
sepanjang Penisnya. Kemudian dia juga melepas celana dalamnya. Sementara itu aku dengan
berdebar terbaring menunggu, Penisnya yang besar dan panjang dan sudah maksimal
ngacengnya, tegak hampir menempel ke perut. Dan saat dia pelan-pelan menindihku, aku
membuka pahaku makin lebar, rasanya tidak sabar Memekku menunggu masuknya Penis extra gede
itu.
Aku pejamkan mata. Dia mulai mendekapku sambil terus mencium bibirku, kurasakan bibir
Memekku mulai tersentuh ujung Penisnya. Sebentar diusap-usapkan dan pelan sekali mulai
kurasakan bibir Memekku terdesak menyamping. Terdesak Penis besar itu. Ohh, benar benar
kurasakan penuh dan sesak liang Memekku dimasuki Penisnya. Aku menahan nafas. Dan nikmat
luar biasa. Mili per mili. Pelan sekali terus masuk Penisnya. Aku mendesah tertahan karena
rasa yang luar biasa nikmatnya.

Kunjungi JUga CeritaSexPembantu.com

Terus.. Terus.. Akhirnya ujung Penis itu menyentuh bagian dalam Memekku, maka secara
refleks kurapatkan pahaku. Sangat mengganjal sekali rasanya, besar, keras dan panjang. Dia
terus menciumi bibir dan leherku. Dan tangannya tak henti-henti meremas-remas toketku.
Tapi konsentrasi kenikmatanku tetap pada Penis besar yang mulai dientotkan halus dan
pelan. Aku benar benar cepat terbawa ke puncak nikmat. Nafasku cepat sekali memburu,
terengah-engah. Aku benar benar merasakan nikmat luar biasa merasakan gerakan Penis besar
itu.

Maka hanya dalam waktu yang singkat aku makin tak tahan. Dan dia tahu bahwa aku semakin
hanyut. Maka makin gencar dia melumat bibirku, leherku dan remasan tangannya di toketku
makin kuat. Dengan tusukan Penisnya yang agak kuat dan dipepetnya itilku dengan menggoyang
goyangnya, aku menggelepar, tubuhku mengejang, tanganku mencengkeram kuat-kuat sekenanya.
Memekku menegang, berdenyut dan mencengkeram kuat-kuat, benar-benar nikmat. Ohh, aku benar
benar menerima kenikmatan yang luar biasa. Aku tak ingat apa-apa lagi kecuali kenikmatan
dan kenikmatan.

“Om, Astrid nyampe om”. Aku sendiri terkejut atas teriakkan kuatku.

Setelah selesai, pelan pelan tubuhku lunglai, lemas. Telah dua kali aku nyampe dalam waktu
relatif singkat, namun terasa nyaman sekali, Dia membelai rambutku yang basah keringat.
Kubuka mataku, dia tersenyum dan menciumku lembut sekali, tak henti hentinya toketku
diremas-remas pelan.Cerpen Sex
Tiba tiba, serangan cepat bibirnya melumat bibirku kuat dan diteruskan ke leher serta
tangannya meremas-remas toketku lebih kuat. Napsuku naik lagi dengan cepat, saat kembali
dia memainkan Penisnya semakin cepat. Uhh, sekali lagi aku nyampe, yang hanya selang
beberapa menit, dan kembali aku berteriak lebih keras lagi. Dia terus memainkan Penisnya
dan kali ini dia ikut menggelepar, wajahnya menengadah. Satu tangannya mencengkeram
lenganku dan satunya menekan toketku. Aku makin meronta-ronta tak karuan. Puncak
kenikmatan diikuti semburan peju yang kuat di dalam Memekku, menyembur berulang kali.

Oh, terasa banyak sekali peju kental dan hangat menyembur dan memenuhi Memekku, hangat
sekali dan terasa sekali peju yang keluar seolah menyembur seperti air yang memancar kuat.
Setelah selesai, dia memiringkan tubuhnya dan tangannya tetap meremas lembut toketku
sambil mencium wajahku. Aku senang dengan perlakuannya terhadapku.

“Trid, kamu luar biasa, Memekmu peret dan nikmat sekali”, pujinya sambil membelai toketku.
“Om juga hebat. Bisa membuat Astrid nyampe beberapa kali, dan baru kali ini Astrid
merasakan Penis raksasa”.
“Jadi kamu suka dengan Penisku?” godanya sambil menggerakkan Penisnya dan membelai belai
wajahku.
“Ya om, Penis om nikmat, besar, panjang dan keras banget” jawabku jujur.

Dia memang sangat pandai memperlakukan wanita. Dia tidak langsung mencabut Penisnya, tapi
malah mengajak mengobrol sembari Penisnya makin mengecil. Dan tak henti-hentinya dia
menciumku, membelai rambutku dan paling suka membelai toketku. Aku merasakan pejunya yang
bercampur dengan cairan Memekku mengalir keluar. Setelah cukup mengobrol dan saling
membelai, pelan-pelan Penis yang telah menghantarkan aku ke awang awang itu dicabut sambil
dia menciumku lembut sekali. Benar benar aku terbuai dengan perlakuannya. Dia kemudian
memutar lagu classic sehingga tertidurlah aku dalam pelukannya, merasa nyaman dan benar-
benar aku terpuaskan.
Menjelang siang, aku bangun masih dalam pelukannya. Katanya aku tidur nyenyak sekali,
sambil membelai rambutku. Kurang lebih setengah jam kami berbaring berdampingan. Ia lalu
mengajakku mandi. Dibimbingnya aku ke kamar mandi, saat berjalan rasanya masih ada yang
mengganjal Memekku dan ternyata masih ada peju yang mengalir di pahaku, mungkin saking
banyaknya dia mengecretkan pejunya di dalam Memekku. Dalam bathtub yang berisi air hangat,
aku duduk di atas pahanya. Dia mengusap-usap menyabuni punggungku, dan akupun menyabuni
punggungnya. Dia memelukku sangat erat hingga dadanya menekan toketku.

Sesekali aku menggeliatkan badanku sehingga pentilku bergesekan dengan dadanya yang
dipenuhi busa sabun. Pentilku semakin mengeras. Pangkal pahaku yang terendam air hangat
tersenggol2 Penisnya. Hal itu menyebabkan napsuku mulai berkobar kembali. Aku di tariknya
sehingga menempel lebih erat ke tubuhnya. Dia menyabuni punggungku. Sambil mengusap-
usapkan busa sabun, tangannya terus menyusur hingga tenggelam ke dalam air. Dia mengusap-
usap pantatku dan diremasnya. Penisnya pun mulai ngaceng ketika menyentuh Memekku. Terasa
bibir luar Memekku bergesekan dengan Penisnya. Dengan usapan lembut, tapak tangannya terus
menyusuri pantatku. Dia mengusap beberapa kali hingga ujung jarinya menyentuh lipatan
daging antara lubang pantat dan Memekku.

“Om nakal”, desahku sambil menggeliat mengangkat pinggulku.

Walau tengkukku basah, aku merasa bulu roma di tengkukku meremang akibat nikmat dan geli
yang mengalir dari Memekku. Aku menggeliatkan pinggulku. Ia mengecup leherku berulang kali
sambil menyentuh bagian bawah bibir Memekku. Tak lama kemudian, tangannya semakin jauh
menyusur hingga akhirnya kurasakan lipatan bibir luar Memekku diusap-usap. Dia berulang
kali mengecup leherku. Sesekali lidahnya menjilat, sesekali menggigit dengan gemas.

“Aarrgghh.. Sstt.. Sstt..” rintihku berulang kali. Lalu aku bangkit dari pangkuannya.

Aku tak ingin nyampe hanya karena jari yang terasa kesat di Memekku. Tapi ketika berdiri,
kedua lututku terasa goyah. Dengan cepat dia pun bangkit berdiri dan segera membalikkan
tubuhku. Dia tak ingin aku terjatuh. Dia menyangga punggungku dengan dadanya. Lalu
diusapkannya kembali cairan sabun ke perutku. Dia menggerakkan tangannya keatas, meremas
dengan lembut kedua toketku dan pentil ku dijepit2 dengan jempol dan telunjuknya. Pentil
kiri dan kanan diremas bersamaan. Lalu dia mengusap semakin ke atas dan berhenti di
leherku. “Om, lama amat menyabuninya” rintihku sambil menggeliatkan pinggulku.
Aku merasakan Penisnya semakin keras dan besar. Hal itu dapat kurasakan karena Penisnya
makin dalam terselip dipantatku. Tangan kiriku segera meluncur ke bawah, lalu meremas
bijinya dengan gemas. Dia menggerakkan telapak kanannya ke arah pangkal pahaku. Sesaat dia
mengusap usap jembut lebatku, lalu mengusap Memekku berulang kali. Jari tengahnya terselip
di antara kedua bibir luar Memekku. Dia mengusap berulang kali. Itilku pun menjadi sasaran
usapannya.

“Aarrgghh..!” rintihku ketika merasakan Penisnya makin kuat menekan pantatku.

Aku merasa lendir membanjiri Memekku. Aku jongkok agar Memekku terendam ke dalam air.
Kubersihkan celah diantara bibir Memekku dengan mengusapkan 2 jariku. Ketika menengadah
kulihat Penisnya telah berada persis didepanku. Penisnya telah ngaceng berat.

“Om, kuat banget sih, baru ngecret di Memek Astrid sekarang sudah ngaceng lagi”, kataku
sambil meremas Penisnya, lalu kuarahkan ke mulutku.Cerpen Sex

Kukecup ujung kepala Penisnya. Tubuhnya bergetar menahan nikmat ketika aku menjilati
kepala Penisnya. Dia meraih bahuku karena tak sanggup lagi menahan napsunya. Setelah
berdiri, kaki kiriku diangkat dan letakkan di pinggir bath tub. Aku dibuatnya menungging
sambil memegang dinding di depanku dan dia menyelipkan kepala Penisnya ke celah di antara
bibir Memekku.

“Argh!” rintihku. Dia menarik Penisnya perlahan-lahan, kemudian mendorongnya kembali
perlahan-lahan pula. Bibir luar Memekku ikut terdorong bersama Penisnya. Perlahan-lahan
menarik kembali Penisnya sambil berkata
“Enak Trid”.
“Enaak banget om”, jawabku!” Dia mengenjotkan Penisnya dengan cepat sambil meremas bongkah
pantat ku dan tangan satunya meremas toketku.
“Aarrgghh..!” rintihku ketika kurasakan Penisnya kembali menghunjam Memekku.

Aku terpaksa berjinjit karena Penis itu terasa seolah membelah Memekku karena besarnya.
Terasa Memekku sesek kemasukan Penis besar dan panjang itu. Kedua tangannya dengan erat
mememegang pinggulku dan dia memainkan Penisnya keluar masuk dengan cepat dan keras.
Terdengar ‘cepak-cepak’ setiap kali pangkal pahanya berbenturan dengan pantatku.

“Aarrgghh.., aarrgghh..! Om, Astrid nyampe..!” Aku lemas ketika nyampe lagi untuk kesekian
kalinya.
Rupanya dia juga tidak dapat menahan pejunya lebih lama lagi.
“Aarrgghh.., Trid”, kata nya sambil menghunjamkan Penisnya sedalam-dalamnya.
“Om.., ssh ” kataku karena berulangkali merasa tembakan pejunya diMemekku.
“Aarrgghh.., Trid, enaknya!” bisiknya.
“Om, ssh! Nikmat sekali ya dientot om”, jawabku karena nikmatnya nyampe.

Dia masih mencengkeram pantatku sementara Penisnya masih nancep diMemekku. Beberapa saat
kami diam di tempat dengan Penisnya yang masih menancap di Memekku. Kemudian dia
membimbingku ke shower, menyalakan air hangat dan kami berpelukan mesra dibawah kucuran
air hangat. Akhirnya terasa juga perut lapar yang sudah minta diisi.
Setelah selesai dia keluar duluan, sedang aku masih menikmati shower. Selesai dengan
rambut yang masih basah dan masih bertelanjang bulat, aku keluar dari kamar mandi.
Ternyata dia sudah menyiapkan makanan berupa roti dan isinya serta piza yang mungkin
dibelinya kemarin. Teh celup dan kopi intant serta creamernya menjadi pilihan minumannya.
Pizanya masih hangat, karena baru dipanaskan sebentar dengan microwave oven. Aku
dipersilakan minum dan makan sambil mengobrol, makan dan diiringi lagu lembut. Setelah aku
makan, dia lalu memintaku duduk di pangkuannya. Aku menurut saja. Terasa kecil sekali
tubuhku. Sambil mengobrol, aku dimanja dengan belaiannya. Akhirnya setelah selesai makan,
diraihnya daguku, dan diciumnya bibirku dengan hangatnya, aku mengimbangi ciumannya.

Dan selanjutnya kurasakan tangannya mulai meremas-remas toketku, kemudian tangannya
menelusuri antara dada dan pahaku. Nikmat sekali rasanya, tapi aku sadar bahwa sesuatu
yang aku duduki terasa mulai agak mengeras. Langsung aku bangkit. Aku bersimpuh di
depannya dan ternyata Penisnya sudah mulai ngaceng, walau masih belum begitu mengeras.
Kepala Penisnya sudah mulai sedikit mencuat keluar dari kulupnya lalu ku raih, ku belai
dan kulupnya kututupkan lagi. Aku suka melihatnya dan sebelum penuh ngacengnya langsung
aku kulum Penisnya. Aku memainkan kulup Penis yang tebal dengan lidahku.

Kutarik kulup ke ujung, membuat kepala Penisnya tertutup kulupnya dan segera kukulum,
kumainkan kulupnya dengan lidahku dan kuselipkan lidahku ke dalam kulupnya sambil lidahku
berputar masuk di antara kulup dan kepala Penisnya. Tapi hanya bisa sesaat, sebab dengan
cepatnya Penisnya makin membengkak dan dia mulai menggeliat dan berdesis menahan
kenikmatan permainan lidahku dan membuat mulutku semakin penuh.

“Om hebat ya sudah ngaceng lagi, kita lanjut yuk om”, kataku yang juga sudah terangsang.

Rupanya dia makin tak tahan menerima rangsangan lidahku. Maka aku ditarik dan diajak ke
tempat tidur. Kakiku ditahannya sambil tersenyum, dibukanya kakiku dan dia langsung
menelungkup di antara pahaku.

“Aku suka melihat Memek kamu Trid” ujarnya sambil membelai jembut jembutku yang lebat.
“Mengapa?” “Sebab jembutmu lebat dan cewek yang jembutnya lebat napsunya besar, kalau
dientot jadi binal seperti kamu, juga tebal bibirnya”.
Aku merasakan dia terus membelai jembutku dan bibir Memekku. Kadang-kadang dicubit pelan,
ditarik-tarik seperti mainan. Aku suka Memekku dimainkan berlama-lama, aku terkadang
melirik apa yang dilakukannya. Seterusnya dengan dua jarinya membuka bibir Memekku, aku
makin terangsang dan aku merasakan makin banyak keluar cairan dari Memekku. Dia terus
memainkan Memekku seolah tak puas-puas memperhatikan Memekku, kadang kadang disentuh
sedikit itilku, membuat aku penasaran.

Tak sadar pinggulku mulai menggeliat, menahan rasa penasaran. Maka saat aku mengangkat
pinggulku, langsung disambut dengan bibirnya. Terasa dia menghisap lubang Memekku yang
sudah penuh cairan. Lidahnya ikut menari kesana kemari menjelajah seluruh lekuk Memekku,
dan saat dihisapnya itilku dengan ujung lidahnya, cepat sekali menggelitik ujung itilku,
benar benar aku tersentak. Terkejut kenikmatan, membuat aku tak sadar berteriak.

“Aauuhh!!”. Benar benar hebat dia merangsangku, dan aku sudah tak tahan lagi. “Ayo dong
om, Astrid pingin dientot lagi” ujarku.

Dia langsung menempatkan tubuhnya makin ke atas dan mengarahkan Penis gedenya ke arah
Memekku. Aku masih sempat melirik saat dia memegang Penisnya untuk diarahkan dan
diselipkan di antara bibir Memekku. Kembali aku berdebar karena berharap. Dan saat kepala
Penisnya telah menyentuh di antara bibir Memekku, aku menahan nafas untuk menikmatinya.
Dan dilepasnya dari pegangan saat kepala Penisnya mulai menyelinap di antara bibir Memekku
dan menyelusup lubang Memekku hingga aku berdebar nikmat. Pelan-pelan ditekannya dan dia
mulai mencium bibirku. Makin kedalam.. Oh, nikmat sekali.Cerpen Sex

Kurapatkan pahaku supaya Penisnya tidak terlalu masuk ke dalam. Dia langsung menjepit
kedua pahaku hingga terasa sekali Penisnya menekan dinding Memekku. Penisnya semakin
masuk. Belum semuanya masuk, dia menarik kembali seolah akan dicabut hingga tak sadar
pinggulku naik mencegahnya agar tidak lepas. Beberapa kali dilakukannya sampai akhirnya
aku penasaran dan berteriak-teriak sendiri. Setelah dia puas menggodaku, tiba tiba dengan
hentakan agak keras, dipercepat gerakan memainnya hingga aku kewalahan. Dan dengan
hentakan keras serta digoyang goyangkan, tangan satunya meremas toketku, bibirnya dahsyat
menciumi leherku.

Akhirnya aku mengelepar-gelepar. Dan sampailah aku kepuncak. Tak tahan aku berteriak,
terus dia menyerangku dengan dahsyatnya, rasanya tak habis-habisnya aku melewati puncak
kenikmatan. Lama sekali. Tak kuat aku meneruskannya. Aku memohon, tak kuat menerima
rangsangan lagi, benar benar terkuras tenagaku dengan orgasme berkepanjangan. Akhirnya dia
pelan-pelan mengakhiri serangan dahsyatnya. Aku terkulai lemas sekali, keringatku
bercucuran. Hampir pingsan aku menerima kenikmatan yang berkepanjangan. Benar-benar aku
tidak menyesal ngentot dengannya, dia memang benar-benar hebat dan mahir dalam main, dia
dapat mengolah tubuhku menuju kenikmatan yang tiada tara.
Lamunanku lepas saat pahanya mulai kembali menjepit kedua pahaku dan dirapatkan, tubuhnya
menindihku serta leherku kembali dicumbu. Kupeluk tubuhnya yang besar dan tangannya
kembali meremas toketku. Pelan-pelan mulai dienjotkan Penisnya. Kali ini aku ingin lebih
menikmati seluruh rangsangan yang terjadi di seluruh bagian tubuhku. Tangannya terus
menelusuri permukaan tubuhku. Dadanya merangsang toketku setiap kali bergeseran mengenai
pentilku. Dan Penisnya dipompakan dengan cepat sekali, bibirnya menjelajah leher dan
bibirku.

Ohh, luar biasa. Lama kelamaan tubuhku yang semula lemas, mulai terbakar lagi. Aku
berusaha menggeliat, tapi tubuhku dipeluk cukup kuat, hanya tanganku yang mulai menggapai
apa saja yang kudapat. Dia makin meningkatkan cumbuannya dan memompakan Penisnya makin
cepat. Gesekan di dinding Memekku makin terasa. Dan kenikmatan makin memuncak. Maka kali
ini leherku digigitnya agak kuat dan dimasukkan seluruh Penis Penisnya serta digoyang-
goyang untuk meningkatkan rangsangan di itilku.

Maka jebol lah bendungan, aku mencapai puncak kembali. Kali ini terasa lain, tidak liar
seperti tadi. Puncak kenikmatan ini terara nyaman dan romantis sekali, tapi tiba tiba dia
dengan cepat memain lagi. Kembali aku berteriak sekuatku menikmati ledakan orgasme yang
lebih kuat, aku meronta sekenaku. Gila, batinku, dia benar-benar membuat aku kewalahan.
Kugigit pundaknya saat aku dihujani dengan kenikmatan yang bertingkat-tingkat.

Sesaat dia menurunkan gerakannya, tapi saat itu dibaliknya tubuhku hingga aku di atas
tubuhnya. Aku terkulai di atas tubuhnya. Dengan sisa tenagaku aku keluarkan Penisnya dari
Memekku. Dan kuraih Penisnya. Tanpa pikir panjang, Penis yang masih berlumuran cairan
Memekku sendiri kukulum dan kukocok. Dan pinggulku diraihnya hingga akhirnya aku telungkup
di atasnya lagi dengan posisi terbalik. Kembali Memekku yang berlumuran cairan jadi
mainannya, aku makin bersemangat mengulum dan menghisap sebagian Penisnya.

Dipeluknya pinggulku hingga sekali lagi aku nyampe. Dihisapnya itilku sambil ujung
lidahnya menari cepat sekali. Tubuhku mengejang dan kujepit kepalanya dengan kedua pahaku
dan kurapatkan pinggulku agar bibir Memekku merapat ke bibirnya. Ingin `ku berteriak tapi
tak bisa karena mulutku penuh, dan tanpa sadar aku menggigit agak kuat Penisnya dan
kucengkeram kuat dengan tanganku saat aku masih menikmati orgasme.


“Trid, aku mau ngecret, di dalam Memekmu ya”, katanya sambil menelentangkan aku.
“Ya, om”, jawabku.

Dia menaiki aku dan dengan satu hentakan keras, Penisnya yang besar sudah kembali
menyesaki Memekku. Dia langsung memain Penisnya keluar masuk dengan cepat dan keras. Dalam
beberapa enjotan saja tubuhnyapun mengejang. Pantat kuhentakkan ke atas dengan kuat
sehingga Penisnya nancap semuanya ke dalam Memekku dan akhirnya crot .. crot ..crot,
pejunya ngecret dalam beberapa kali semburan kuat. Herannya, ngecretnya yang ketiga masih
saja pejunya keluar banyak, memang luar biasa staminanya. Dia menelungkup diatasku sambil
memelukku erat2.

“Trid, nikmat sekali ngentot sama kamu, Memek kamu kuat sekali cengkeramannya ke Penisku”,
bisiknya di telingaku. “Ya om, Astrid juga nikmat sekali, tentu saja cengkraman Memek
Astrid terasa kuat karena Penis om kan gede banget”
“Rasanya sesek deh Memek Astrid kalau om neken Penisnya masuk semua. Kalau ada kesempatan,
Astrid dientot lagi ya om”, jawabku
“Ya sayang”, lalu bibirku diciumnya dengan mesra.

Monday, 2 May 2016

RATING TERTINGGI BAGI BULAN APRIL 2016

Terdapat satu posting dalam bahasa Inggeris yang menduduki rating 10 posting tertinggi dalam blog ini bagi bulan April 2016 iaitu  Helping Out. Posting tertinggi mendapat 318 hits iaitu Puan Adzimah.

10 posting tertinggi ada
lah seperti berikut:

1. Puan Adzimah (20 April)
2.Isteri Boss (11 April)
3.Mabuk (14 April)
4.Binalnya isteriku (8 April)
5.Mertua pemarah (1 April)
6. Isteriku yang rupawan (11 April)
7.Calon besan (1 April)
8. Threesome (14 April)
9. Tugas Dinas (13 April)
10. Helping Out (17 April)

Saturday, 30 April 2016

MEMEKKU UNTUK PRIA LAIN



Aku adalah seorang ibu rumah tangga biasa umurku 28 tahun namaku Niya aku mempunyai suami yang namanya Jono dan bekerja sebagai kuli bangunan yang jika ada proyek dia bekerja, kalau tidak ada proyek Jono hanya diam dirumah saja, umurku dan suamiku sama jadi aku tidak mengandalkan pemasukan dari suamiku saja.






Aku sudah menyuruh dia untuk bekerja di pabrik tapi dia tidak mau, sudah 4 tahun ini pernikahan kami belum dikarunia anak, karena suamiku juga tidak mau bekerja jadi hutang kami disana disini banyak. Sampai suatu ketika ada seseorang yang datang dirumahku marah marah karena hutang suamiku belum dilunasinya.

Pada saat itu aku hanya bisa menemani Jono di sisinya menghadapi kata-kata kasar orang yang dihutangi oleh Jono. Aku sendiri melihat gelagat yang aneh dari orang itu. Sambil marah-marah matanya seringkali tertangkap olehku sedang melirik ke arahku.

Aku sendiri memang mempunyai tubuh yang cukup bagus menurutku. Tinggi 170cm (termasuk tinggi untuk perempuan lokal), berat 60kg, kulit sawo matang, dengan ukuran dada 36. Kehidupan seks kami tidaklah bermasalah walaupun tidak bisa dibilang istimewa. Jono selalu dapat memuaskanku walaupun dia adalah seorang yang konservatif yang selalu bermain dengan gaya yang itu-itu saja.

Beberapa hari setelah rumah kami didatangi oleh orang yang menagih hutang, aku melihat orang tersebut di jalan ketika aku mau pergi ke rumah saudaraku. Tadinya aku akan meminjam uang dari saudaraku untuk menutupi hutang Jono pada orang tersebut, tapi ditengah jalan aku mempunyai pikiran lain. Aku ikuti orang tersebut untuk mengetahui dimana rumahnya.

Tadinya niatku hanya untuk mengetahui saja, tapi akhirnya aku mempunyai niat lain. Aku putuskan untuk menggadaikan tubuhku untuk melunasi hutang-hutang suamiku kepada orang itu. Setelah aku mantap dengan niatku, beberapa hari kemudian aku memberanikan diri untuk mendatangi rumah orang tersebut.

Rumah orang itu memang sangat besar dan sangat mewah. Setelah berhasil mengatasi rasa gugupku akhirnya kuberanikan diri untuk memencet bel. Tak lama kemudian seorang lelaki kurus yang kupikir adalah pesuruh di rumah itu keluar.

“Nyari siapa bu?”

“Hmm. Bapaknya ada?” tanyaku pada lelaki tersebut.

“Ibu siapa? Biar saya sampaikan ke Bapak.”

“Bilang aja dari istrinya pak Jono.” Akhirnya pesuruh itu masuk ke dalam rumah dan tak lama berselang dia keluar lagi untuk membukakan pagar.

“Tunggu aja di ruang tamu bu.” Katanya padaku.

Langsung saja aku menuju ke arah yang ditunjuknya. Sebuah pintu dari kayu jati dengan ukiran yang sangat cNiyak. Belum juga aku sampai ke depan pintu, pintu tersebut sudah dibuka dari dalam. Rupanya yang membukakan pintunya adalah orang yang kucari.

Baca JUga Cerita Sex Lain nya di CeritasexTerbaru.Net

Orang dengan perawakan kurang lebih 180cm dan kuperkirakan beratnya 75kg. Aku perkirakan umurnya sekitar 50 tahun. Berkulit hitam dan terlihat masih segar. Kesan angker yang ditunjukkannya pada saat menagih hutang tidak ada sama sekali pada saat aku datang.

Justru aku menangkap kesan ramah dan sopan dari dia. Dia langsung menjabat tanganku sambil menyebut namanya.

“Totok. Mari masuk bu…”

“Niya” Jawabku langsung ketika melihat dia kebingungan.

“Oh iya. Bu Niya silahkan masuk” Aku langsung masuk menuju ruang tamu. Dan Pak Totok langsung memersilakan aku untuk duduk.

“Mau minum apa bu Niya?”

“Ah gak usah repot-repot pak” jawabku dengan gaya basa-basi bangsa timur.

Akhirnya Pak Totok menyuruh pembantunya untuk membuatkan sirup. Sambil menunggu minuman datang pak Totok memulai pembicaraan, sekaligus untuk mencairkan suasana yang kaku. Seolah-olah dia tahu kalau aku gugup dan grogi bertemu dengannya.

Kuakui dia adalah sosok yang bisa membuat pembicaraan menjadi santai. Ditambah lagi mungkin dengan wawasan yang cukup luas sehingga dia sepertinya tidak pernah kehabisan bahan pembicaraan layaknya penyiar radio yang selalu ngoceh sepanjang jam siaran. Semakin jauh kami berbicara justru aku semakin kehilangan rasa gugupku yang tadi menghinggapi.

Obrolan kami sempat terhenti karena pembantu pak Totok datang membawakan minuman pesananan majikannya.

“Silahkan diminum bu Niya”

“Oh iya pak. Terima kasih.” Tak lama langsung saja kuteguk minuman yang disuguhkan.
“Koq sepi ya pak? Istri bapak lagi keluar?” Tanyaku unuk memulai obrolan kembali.

“Istri saya sudah lama meninggal.”

“Oh maaf pak, saya gak tahu”

“Oh gak apa-apa. Oh iya bu Niya sudah berapa lama menikah dengan pak Jono?”

“Tiga tahun pak. Tapi ya gitu deh pak. Mas Jono gak pernah punya kerjaan tetap. Jadi makin lama makin numpuk aja hutangnya. Ditambah lagi sampai sekarang kami belum juga punya anak” kataku sekalian curhat sedikit ke pak Totok.

Iklan Sponsor :



Setelah disinggung soal hutang, pak Totok akhirnya menanyakan perihal hutang suamiku. Dan dia juga bercerita bahwa sebenarnya suamiku tidak hanya berhutang kepadanya tapi juga ke teman-teman pak Totok.

Jujur saja aku kaget, karena selama ini suamiku tidak pernah berkata jujur perihal hutangnya. Rupanya pak Totok sudah menyimpan rencana sendiri yang kurang lebih mirip dengan rencanaku.

Dan akhirnya rencana itu disampaikan kepadaku, bahwa hutang suamiku bisa lunas dengan catatan aku mau diajak bercinta dengannya.

Pengurangan hutang suamiku satu juta setiap aku melayaninya. Dan itu berlaku juga untuk hutang suamiku dengan teman-temannya yang ternyata ada dua orang lagi. Dan ternyata suamiku berhutang sepuluh juta ke setiap orangnya. Ini berarti aku harus bercinta tiga puluh kali, dengan setiap orangnya aku layani sepuluh kali.

Iklan Sponsor :



Aku sempat berpikir juga melihat keadaan yang seperti itu, tapi demi melunasi hutang suamiku akhirnya aku sanggupi permintaannya. Akhirnya aku disuruh kembali lagi keesokan harinya, karena hari itu Pak Totok sudah mempunyai janji dengan rekan bisnisnya.

Sebelum pulang aku menanyakan apakah teman-temannya berkenan dibayar hutangnya dengan tubuhku? Dan Pak Totok berhasil meyakinkan bahwa teman-temannya pasti akan satu suara dengannya.

Akhirnya keesokan harinya aku datang kembali ke rumah Pak Totok. Hari itu aku untuk pertama kalinya berdandan bukan untuk suamiku, tapi untuk laki-laki lain. Aku datang dengan pakaian tetap casual saja.

Kunjungi JUga CeritaSexHot.Org

Toh pikirku nantinya pakaian ini juga tidak berguna karena ketika aku menunaikan tugasku baju ini harus dilepas. Yang jelas aku mempersiapkan mentalku untuk hal ini. Karena ini juga untuk pertama kalinya aku akan disetubuhi oleh laki-laki yang bukan suamiku.

Dan yang jelas aku juga mempersiapkan vaginaku. Semua bulu-bulu yang tumbuh disekitar vaginaku kucukur habis, sehingga vaginaku bisa terlihat dengan jelas.

Sesampainya di rumah Pak Totok aku disambut dengan hangat, Pak Totok mencium punggung tanganku dan kedua pipiku. Diriku agak canggung menerima perlakuan yang diberikan kepadaku, karena dia bukan suamiku.

Iklan Sponsor :



Tetapi aku sendiri tidak pernah diperlakukan seperti itu oleh suamiku. Saat itu aku merasa diperlakukan layaknya seorang perempuan. Dia tidak menunjukkan bahwa dia hawa nafsunya, tapi justru menunjukkan sikap seorang lelaki dewasa yang membuatku sedikit “terbius” oleh perlakuannya.

Setelah sambutan hangatnya aku langsung diajak menuju kamarnya. Kamar yang cukup mewah bagiku. Dan rupanya Pak Totok telah menyulap kamarnya menjadi begitu indah. Wangi bunga telah memenuhi seisi kamarnya.

Ketika aku masih terpesona dengan kamarnya yang mewah tiba-tiba dia memelukku dari belakang. Refleks dan sedikit terkejut membuat diriku agak memberontak. Tetapi dia meyakinkan diriku untuk tenang dan menikmati saja saat-saat tersebut. Dia mulai menciumi leher dan kupingku yang jelas membuatku terangsang. Lalu dia membalikkan tubuhku sehingga kami saling berhadapan.

“Boleh kupanggil Niya saja?” tanyanya padaku.

“Hmm.. boleh aja pak”

“Wah. Jangan panggil pak dong. Panggil saja Totok. Supaya lebih mesra.”

“Iya Totok. Boleh aja kalau kamu mau panggil aku Niya.” aku mulai menikmati keadaan.

“Hmm.. Niya. Sebenarnya ada satu lagi kejutan untukmu hari ini.”

“Apa itu?” Belum dia menjawabnya tiba-tiba pintu kamar terbuka.

Lalu ada dua orang memasuki kamar tersebut. Hal itu jelas saja membuat aku kaget.

“Ini dia kejutannya. Ada dua orang lagi temanku yang dihutangi suamimu yang ingin ikut bermain dengan kita.”

“Tapi Totok…”

“Tenang saja. Kalau kau melayani kami sekaligus maka bayarannya dinaikkan menjadi 1,5 juta untuk sekali main. Tidak lagi satu juta.”

Sebenarnya aku agak keberatan juga dengan keadaan itu. Tapi karena suasana yang tercipta sudah kunikmati akhirnya aku menyetujuinya. Kedua temannya memang berbeda sekali dengannya.

Temannya yang satu bernama Melki, keturunan Arab mempunyai dan berkulit putih. Sedangkan yang satunya bernama Hans, keturunan Cina. Tapi yang jelas ketiganya mempunyai postur tubuh yang sama. Tinggi besar dan tegap. Beda sekali dengan suamiku yang tingginya kira-kira sama denganku dan mempunyai tubuh yang tidak sebagus mereka.

Jujur saja diam-diam aku mulai mengagumi mereka bertiga dan mulai membayangkan disetubuhi oleh mereka bertiga. Aku sudah lagi tidak peduli dengan suasana romNiyas di kamar Pak Totok, tapi aku sudah mulai membayangkan suasana liar yang akan terjadi berikutnya.

Kunjungi JUga CeritaSexTerbaru.ORG

Tiba-tiba saja Pak Totok sudah mulai mencium bibirku. Aku yang dari tadi sedang menghayal jelas terkejut, walaupun tidak lama dan langsung membalas ciuman dari Pak Totok.

Tak lama berselang Melki dan Hans langsung bergabung. Melki datang dari belakangku dan langsung menciumi leherku sedangkan Hans langsung ke tujuan dengan meremas kedua dadaku. Hal ini jelas saja membuat nafsuku meledak. Aku tidak tahan untuk tidak bersuara, dan akhirnya akupun mulai mengeluarkan desahan dari mulutku.

Setelah itu bajuku dan celana panjang yang aku pakai mulai dilepas dari tubuhku sehingga terlihat bra dan cd yang aku kenakan. Hal ini jelas saja membuat mereka bertiga tambah liar untuk menjamah tubuhku.

Dan tak lama berselang bra dan cdku pun ikut lepas dari tubuhku sehingga aku benar-benar bugil. Sudah tidak ada lagi perasaan canggung dan malu di diriku. Yang ada hanya nafsu yang sudah berada di ubun-ubun.

Setelah itu mereka bertiga pun melepas pakaiannya masing-masing. Dan aku benar-benar tidak bisa menyembunyikan rasa kagetku ketika mereka bertiga sudah bugil. Karena mereka semua mempunyai ukuran penis yang sangat besar bagiku.

Panjang penisnya sekitar 20 cm dan berdiameter kira-kira 4-5 cm. Aku sendiri tidak dapat membedakan secara pasti punya siapa yang paling besar. Karena ukuran penis mereka yang hampir sama. Tapi yang jelas berbeda sekali dengan punya suamiku yang hanya sekitar 13cm dengan diameter 2 cm.

Aku dihadapkan dengan tiga penis raksasa. Perasaan takut dan penasaran bercampur aduk di diriku. Takut karena belum pernah melihat penis dengan ukuran sebesar itu. Penasaran karena perempuan mana yang tidak mau vaginanya dimasuki penis seperti itu.

Setelah semuanya bugil mereka membimbingku untuk jongkok, dan setelah itu mereka semua mengelilingiku. Mereka minta dioral secara bergNiyaan. Lalu kulakukan permintaan itu dengan senang hati walaupun agak bersusah payah.

Aku sering mengoral suamiku, tetapi yang ini beda. Tiga penis dengan ukuran jauh dari penis suamiku. Ukuran penis mereka membuat aku agak gelagapan dan sedikit sesak nafas awalnya. Tapi lama-lama akhirnya aku bisa menguasai keadaan juga.

Ketika aku mengoral penis pak Totok kedua tanganku mengocok penis Hans dan Melki, begitu seterusnya. Jika satu sedang kuoral maka yang dua lagi kebagian kocokan tanganku.

“Aarrrgghhh nikmat sekali seponganmu Niya” ucapan itu terlontar dari Melki ketika mendapat giliran dioral olehku.

Hans mendapat giliran terakhir untuk kuoral. Dan ketika giliran Hans mereka membimbingku ke arah tempat tidur. Rupanya mereka memintaku untuk mengoral Hans sambil terlentang sementara penis Hans berada di atas mulutku.

Ketika sedang asik-asiknya menikmati penis Hans, tiba-tiba kurasakan rangsangan hebat di kedua payudaraku dan di vaginaku. Rupanya Melki sedang asik menggerayangi kedua payudaraku. Dia sedang asik meremas dan menjilati kedua payudaraku.

Sedangkan Pak Totok berada di selangkanganku, dia terlihat asik menjilati vaginaku. Terang saja aku mengoral Hans sambil mengerang (ingin berteriak tidak bisa karena mulutku disumpal penis Hans) keenakan karena perlakuan kedua orang tadi terhadap dua tempat sensitif di tubuhku.

Tak lama kemudian Hans melepaskan penisnya dari mulutku lalu bergabung dengan Melki untuk menikmati payudaraku. Melki menggarap payudara kiriku sedangkan Hans yang kanan pak Totok tetap menjilati vaginaku. Hal ini membuatku terangsang hebat sehingga tidak tahan lagi untuk berteriak dan meracau.

“Aarrrrgghhh, nikmat banget… teruuussss… aaarrgghhh… aayoo teruusss” Akhirnya aku sampai juga pada orgasmeku yang pertama.

Tak lama kemudian aku merasakan sesuatu menempel di bibir vaginaku. Setelah kulirik ternyata pak Totok sudah siap memasukkan penisnya itu ke dalam vaginaku. Aku merasakan penis pak Totok semakin lama semakin mendesak vaginaku.

Kunjungi JUga CeritaSexPembantu.com

Aku merasa seperti perawan lagi karena begitu susahnya penis pak Totok memasuki vaginaku. Terang saja susah, penis sebesar itu mencoba masuk ke dalam vaginaku yang biasanya hanya dimasuki penis Jono yang sekarang menjadi biasa bagiku.

Terbantu oleh vaginaku yang sudah basah akhirnya penis pak Totok berhasil masuk juga. Perlahan-lahan pak Totok mulai menggoyangkan penisnya keluar masuk di vaginaku.

“Arrrghhh Totok… terus… cepetin donkk.. ent0tin…” aku sudah meracau tak karuan karena penis pak Totok yang menghadirkan kenikmatan yang luar biasa.

Ditambah lagi Hans dan Melki yang masih sibuk dengan kedua payudaraku. Akhirnya setelah dirasa lancar pak Totokpun mulai mempercepat goyangannya. Baru beberapa goyangan saja aku sudah orgasme lagi padahal kulihat pak Totok masih kuat menggoyang penisnya. Makin lama makin cepat dan cepat sampai akhirnya aku tak tahan dan sampai pada orgasme ku yang kesekekian kali.

Setelah agak lama terasa goyangan pak Totok semakin cepat dan cepat kemudian sampai pada goyangan dia yang terakhir, tubuhnya mengejang keras sekali, suaranya melenguh setengah berteriak. Dan aku bisa merasakan kalau dia orgasme.

Semburan spermanya di dalam vaginaku terasa sekali. Tak lama berselang pak Totok mencabut penisnya dan aku didatangi oleh Hans dan Melki yag tampak sudah tidak sabar. Aku lihat Hans membawa baby oil.

“Untuk apa?” tanyaku.

“Sudahlah nikmati saja” begitu kata Hans.

Karena memang gairahku masih diatas akhirnya aku tidak pedulikan lagi.

Tak lama mereka memintaku untuk berposisi doggy style, dan aku iyakan saja toh aku juga terbiasa dengan gaya itu. Tapi betapa kagetnya ketika kurasakan Hans menumpahkan baby oil di lubang pantatku dan di penisnya lalu kemudian berusaha memasukkan penisnya itu ke pantatku.

Tadinya aku ingin berontak, tetapi Melki memegangi tubuhku dengan erat supaya tidak berontak. Terasa sedikit sakit ketika penis Hans mencoba untuk memasuki lubang pantatku tetapi kemudian setelah masuk terasa nikmat yang luar biasa juga. Tidak kalah dengan nikmatnya ketika masuk ke vagina.

Lalu Hans kemudian mulai untuk menggoyang penisnya di dalam pantatku. Ketika sudah lancar dan baru beberapa saat Hans meminta merubah posisi tanpa melepaskan penisnya dari pantatnya. Kami berdua terlentang dan bertindihan dengan aku diatasnya.

Sehingga makin kurasa Penis itu bergerilya di lubang pantatku. Tak lama kemudian Melki menghampiri kami dan sudah siap dengan penisnya yang sudah berdiri tegak dan diarahkan ke vaginaku yang terbuka menantang. Akhirnya Melki memasukkan penisnya ke dalam vaginaku berbarengan dengan Hans dia menggoyangkan penisnya keluar masuk vaginaku.Cerpen Sex

Sebuah pengalaman luar biasa yang belum aku alami sebelumnya. Aku disetubuhi dua laki-laki secara bersamaan. Benar-benar terasa nikmat sekali, ditambah lagi keduanya ditambah pak Totok merupakan sosok lelaki gagah, tampan dan enak dipandang.

Pergumulan kami bertiga tak terasa membuatku orgasme berkali-kali, karena rasa nikmat yang luar biasa. Dan akhirnya Melki dan Hans secara bersamaan mencapai orgasmenya. Hans mengerluarkan spermanya di dalam pantatku sedang Melki di dalam vaginaku.

Setelah itu kami berempat mebersihkan diri, dan rupanya di meja makan sudah disiapkan makanan untuk kami berempat. Setelah kami makan akhirnya aku izin untuk pulang dan tidak lupa membuat janji untuk pertemuan berikutnya dengan mereka.

Setelah kejadian itu aku merasakan tidak nafsu lagi dengan Jono ketika dia mengajakku untuk bersetubuh. Aku hanya berusaha menjalankan kewajibanku saja. Tetapi jujur saja aku tidak merasa puas. Karena aku sudah menemukan sesuatu yang lebih diluar sana.

Dan setelah semua hutang-hutang Jono lunas aku sering kali mendatangi mereka atau salah satu dari mereka untuk minta disetubuhi. Aku sudah sampai pada taraf ketagihan yang luar biasa. Pada akhirnya akupun jujur kepada Jono tentang hal yang selama ini terjadi.

Dia terkejut, tapi tak biasa marah karena aku melakukan itu untuk melunasi hutang-hutangnya. Setelah kutanyai apakah dia ingin menuntut cerai diriku, dia tidak mau menceraikanku dengan alasan dia masih sayang. Aku memberikan syarat kepada Jono yaitu, aku bebas bersetubuh dengan ketiga orang itu kapanpun dan dimanapun aku mau tanpa harus dicemburui. Akhirnya Jono menyetujuinya, karena masih menyayangiku.

Pernah suatu saat ketika Jono pulang ke rumah dia mendapati diriku sedang bersetubuh dengan ketiga pria tersebut. Ketika dia akan pergi justru dia dipaksa untuk duduk dan menyaksikan kami oleh pak Totok, Hans dan Melki.

Bahkan dia juga ditelanjangi oleh mereka didepanku. Mereka sengaja melakukan itu hanya untuk membandingkan ukuran penis mereka dan Jono dan memang penis Jono menjadi terlihat kecil sekali. Sebenarnya aku kasihan melihatnya diperlakukan seperti itu.

Tetapi karena hawa nafsu yang sudah menguasai diriku, maka tak kuacuhkan dia dan aku hanya melayani penis-penis raksasa yang dapat memuaskan vaginaku.

Friday, 29 April 2016

WANITA BUNTING DIPERKOSA





Aku akan sedikit cerita tentang pengalamanku tentang sex perkenalkan namaku Ratna umurku 19 tahun,
kata orang aku mempunyai wajah cantik dan mempunyai payudara yang montok, aku sudah menikah setahun
yang lalu dengan suamiku yang bernama Yeyen, dia berprfesi sebagai buruh tani dan pekerjaan tidak
tetap.Meski demikian, aku sangat menyayangi Yeyen apa adanya. Untuk dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari,
aku bekerja sebagai penjual jamu gendong keliling, di desa tempat tinggalku daerah Jawa Tengah.

Aku tidak sampai hati memaksa Yeyen untuk memenuhi seluruh kebutuhan keluarga seorang diri, sehingga
dari pagi hingga sore aku bekerja tanpa mengenal lelah.

Belum lagi tanggunganku terhadap Ibuku yang sudah lanjut usia dan mulai sakit-sakitan. Tapi apa mau
dikata, semua ini demi keadaan yang lebih baik.

Saat ini aku sudah hamil 4 bulan, perutku sudah mulai membesar meski belum begitu terlihat. Yeyen pun
semakin perhatian, ia sering berangkat bekerja lebih siang untuk membantuku membuat jamu yang akan
kujual. Aku senang, meski begitu aku tetap menyuruh Yeyen bekerja tepat waktu karena aku tidak mau
upahnya dipotong hanya karena terlambat.

Kami berdua sangat rukun meski keadaan ekonomi kami cukup sulit. Seperti biasa, pagi-pagi aku
berangkat ke pasar untuk membeli bahan-bahan daganganku. Semua tersusun rapi di dalam keranjang
gendong di punggungku. Sampai rumah aku racik semua bahan-bahan tadi dalam sebuah kuali besar dan aku
masukkan dalam botol-botol air mineral ukuran besar.

“Wah, rAdin sekali istriku.” Yeyen menyapaku dan memberikan sebuah kecupan hangat di keningku.
Aku pun membalasnya dengan ciuman di pipinya sebelah kanan.

“Sudah mau berangkat ke ladang Pak Karjo?” Tanyaku.

“Iya, mungkin sebentar lagi, hari ini ladangnya akan ditanam ulang setelah kemarin panen. Mungkin
nanti aku tidak bisa mengantarmu sampai ujung jalan karena Pak Karjo akan marah jika aku sampai
terlambat.” Jawab suamiku.

“Tidak apa-apa, ini semua kan demi keluarga kita” Aku meyakinkannya sambil mengelus pipinya.
“Tapi nanti hati-hati Ratna, ingat kamu sedang hamil. Aku tidak mau terjadi apa-apa dengan anak kita.”

”Iya, suamiku.” Jawabku mengakhiri obrolan kami.

Sebentar saja suamiku minta pamit padaku untuk segera berangkat ke ladang Pak Karjo. Tak lupa aku
memberikan rantang berisi makanan yang tadi telah aku siapkan. Setelah sedikit berbenah, akhirnya
semua jamu sudah aku siapkan dan sudah aku masukkan ke keranjangku.Cerita Sex Dewasa

Waktu juga sudah menunjuk pukul 09.00, berarti sudah saatnya aku mulai menjajakan jamu. Sebelumnya aku
siap-siap dahulu dengan mengenakan kaos pendek warna putih dan rok selutut.

Aku gendong keranjang berisi bermacam-macam jamu, aku kaitkan dengan selendang dengan tumpuan diantara
dua payudaraku. Sehingga dadaku nampak menonjol sekali, belum lagi bawaan jamu yang cukup berat yang
membuatku sedikit membusung hingga mencetak dengan jelas kedua dadaku.

Setelah semuanya siap, aku segera berangkat berkeliling menjajakan jamu, tak lupa aku mengunci pintu
depan dan belakang rumah warisan ayah Yeyen. Setiap hari rute perjalananku tidaklah sama, aku selalu
mencari jalan baru sehingga orang-orang tidak akan bosan dengan jamu buatanku. Karena setiap hari aku
bertemu dengan orang yang berbeda. Kali ini aku berjalan melewati bagian selatan desaku.

“Jamu, Jamuuu.” Begitu teriakku setiap kali aku melewati rumah penduduk.

“Mbakk, Mbakk, Jamunya satu.” Teriak seorang wanita.

“Mau jamu apa mbak?” tanyaku.

“Kunir Asem satu gelas saja mbak.” Pintanya.

Segera aku tuangkan segelas jamu kunir asem yang aku tambahkan sedikit gula merah. Setelah itu aku
berkeliling menjajakan jamu kembali.

Siang itu begitu terik, hingga kaosku basah oleh keringat. Tapi aku tak peduli, toh penjualan hari ini
cukup lumayan. Paling tidak sudah balik modal dari bahan-bahan tadi yang kubeli. Aku melangkah
menyisir hamparan sawah dengan tanaman padi yang sudah mulai menguning.

Iklan Sponsor :



Memang mayoritas pekerjaan penduduk di Daerah tempatku tinggal adalah petani. Sehingga mulai dari
anak-anak hingga dewasa sudah terbiasa dengan pekerjaan bercocok tanam.

Aku melanjutkan perjalananku dan melewati sebuah gubuk sawah dimana para buruh tani sedang
beristirahat karena sudah tengah hari. Belum sempat aku menawarkan mereka jamu, salah satu dari mereka
sudah memanggil.

”Mbak, mbakk, jualan apa mbak?” tanya salah seorang dari mereka.

“Anu, saya jualan jamu mas, ada jamu kunir asem, beras kencur, jamu pahitan, dan jamu pegel linu.”
Jawabku sambil menunjukkan isi keranjangku.

”Ohh, kalau begitu saya minta beras kencurnya satu mbak.” kata salah seorang dari mereka.
Segera kuturunkan keranjang bawaanku dan memberikan pesanannya.Mereka semua ada bertiga, salah satu
dari mereka sepertinya masih smp.

Iklan Sponsor :



Aku duduk di pinggir gubuk tersebut. Sembari beristirahat dari teriknya siang hari. Mereka mengajakku
berkenalan dan mengobrol sembari meminum jamu buatanku.

“Wahh, sudah berapa lama mbak jualan jamu?” Tanya Adi yang memiliki tubuh kekar dan hitam.

“Kurang lebih setahun mass, ya sedikit-sedikit buat bantu orang tua.” jawabku sekenanya.

“Wah sama dengan Bowo, dia juga rAdin membantu orang tua.” Potong Abdul yang kurang lebih seumuran
Adi, sedangkan Bowo adalah yang paling muda diantara mereka.

“Yaa, mau gimana lagi mas, kalau nggak begini nanti nggak bisa makan.” Jawabku lagi.

“Mbak tinggal di desa seberang ya?” tanya Bowo.

“Iya mas, tiap hari saya berkeliling sekitar desa jualan jamu.”

“Ooo, pantas kok saya belum pernah liat mbak.” Jawab Bowo lagi.

Lama kami mengobrol ternyata mereka hampir seumuran denganku, Adi dan Abdul mereka berumur sekitar 20
-an tahun, sedangkan Bowo masih 14-an tahun. Obrolan kami semakin lama hingga membuatku lupa waktu.

“Wah, mbak kalo jamu kuda liar ada nggak ya?” Tanya Adi.

“Wahh, mas ni ngaco, ya ndak ada to mas, adanya juga jamu pegel linu.” Jawabku sambil sedikit senyum.

“Waduhh, kok nggak ada mbak? Padahal kan asik klo ada.” Jawab Abdul sambil terkekeh-kekeh.
“Asik kenapa to mas?” Tanyaku heran.

“Ya supaya saya jadi liar kayak kuda to mbak.” Jawab Adi sembari meletakkan gelas di dekat keranjangku
kemudian duduk di sampingku.

Posisiku kini ada diantara Adi dan Abdul, sedangkan Bowo ada dibelakangku. Rupanya Bowo diam-diam
memperhatikan tubuhku dari belakang, memang BH ku saat itu terlihat karena kaosku yang sedikit basah
oleh keringat dan celana dalamku yang sedikit mengecap karena posisi dudukku di pinggir gubuk. Tapi
aku tidak tahu akan hal ini.

“Wah panasnya hari ini, bikin tambah lelah saja.” Abdul berkata sambil tiduran di lantai gubuk itu.
Saking keenakan tiduran tanpa terasa ia menggaruk-garuk bagian kemaluannya. Aku pura-pura tidak
melihat, dalam hati aku berpikir,

Iklan Sponsor :



”Dasar orang kampung tidak tahu malu.”

Saat itu Panas semakin terik, sedangkan di gubuk sungguh sangat nyaman dengan angin yang semilir,
tidak terasa aku pun mulai mengantuk. Mungkin karena tadi aku bangun pagi sekali sehingga aku belum
sempat untuk beristirahat.

Adi pun hanya bersandaran pada tiang kayu di sudut gubuk. Bowo juga sama seperti Abdul, tiduran di
lantai dengan kepala menghadap ke arahku. Aku menghela nafas, mengeluh karena panas tak juga usai.
Bukannya aku tidak mau berpanas-panasan berjualan, tapi mengingat kondisiku yang sedang hamil aku
takut terjadi sesuatu dengan janinku.

”Wah, kok ngelamun aja to mbak? Cantik-cantik kok suka ngelamun, memang ngelamunin apa to mbak?” Kata
Abdul mengagetkanku.

”A..anu mas saya cuma mikir kok panasnya tidak kunjung reda.” Jawabku.

”Wah, memangnya kenapa to mbak… tinggal ditunggu saja kok nanti juga tidak terik lagi.” Kata Bowo dari
belakangku.

“Ya gimana mas, kalau terus seperti ini nanti daganganku tidak laku, aku bisa rugi mas.” Jawabku
sambil mengamati langit yang sangat terik.

“Sudah mbak, tenang saja, kalau rezeki nggak akan kemana kok.” Hibur mas Adi.

Tidak terasa aku semakin mengantuk. Semilir angin yang ditambah dengan suasana ladang sawah memang
sangat nyaman.

Tak terasa aku pun mulai memejamkan mata sembari bersandaran pada keranjang dagangan yang aku letakkan
disampingku. Cukup lama aku ketiduran, hingga aku terbangun karena ada sesuatu yang menyentuh
pantatku.

“aaaaw apa-apaan ini!!?” Aku terbangun dan kaget ketika Abdul menciumi leherku yang putih, dibuatnya
tubuhku merinding dan aku hanya menggeleng-gelengkan kepalaku menghindari jilatan liar lidah Abdul.

Ciuman Abdul semakin turun mengarah pada dua gunung kembar milikku. Aku tak dapat mengan kasar.

“Sudah diam! Nanti aku beli semua jamu milikmu dan sebagai bonusnya aku minta jamu milikmu yang indah
itu.” Kata Adi sambil meremas payudara sebelah kiri milikku dan tertawa cenge-ngesan.Cerita Sex Dewasa

Aku meronta-ronta minta tolong dan mencoba untuk melepaskan ikatan pada kaki dan tanganku. Tapi
tenagaku tidak cukup untuk menolongku dari situasi ini.

”Ampunn mass, saya sudah menikah, nanti suamiku bisa menceraikanku.” Aku memelas dengan harapan mereka
dapat berubah pikiran.

”Oh, ternyata kamu sudah tidak perawan toh, tapi tubuhmu masih sempurna.” Bisik abdul sambil meniup
telingaku.

Darahku serasa berdesir, dicampur rasa ketakutan yang mendalam. Dalam hati aku berpikir,

”bagaimana dengan Yeyen, aku takut, bagaimana dengan janinku, bagaimana kalau aku diperkosa.” Berbagai
pertanyaan terus menghantui pikiranku saat itu.

“Jangann mass, jangan, aku sedang haid, jadi tubuhku kotor.” Aku mencoba untuk mengelabui mereka.

Setelah itu mereka bertiga berhenti menggerayangiku dan saling memandang satu sama lain.
“Yang bener kamu sedang Haid? Wah Sial bener aku hari ini!” Jawab Abdul kesal.

“iiya mas, sudah dua hari ini aku haid, jadi sedang banyak-banyaknya, tolong biarkan aku pergi.” Aku
memohon pada mereka.

“Ya.. ya sudahlah, mungkin kita sedang apes.” Kata Adi.

Namun Bowo yang masih berumur 14 tahun ini tidak memperdulikan ucapanku, dia cukup senang meremas-
remas pantatku.

“Sudah wo, dia lagi haid, kamu mau apa kena darah?” Kata Adi pada Bowo.

Bowo tetap tidak menghiraukannya. Justru ia semakin kencang meremas pantatku dan semakin kebawah
menuju selangkanganku. Posisiku yang sambil tiduran membuat rok ku sedikit terangkat hingga celana
dalam putihku terlihat. Bowo yang saat itu sedang meraba-raba pantatku rupanya tidak menyia-nyiakan
hal ini, dibukanya rokku semakin keatas,

“Mana? Tidak ada darah kok.” Kata Bowo.

Sontak ucapan Bowo mendapat perhatian dari Adi dan Abdul.

“Mana woo, jangan bohong kamu.” Kata mereka serempak.

Kemudian Adi mengangkat rok dan menyentuh celana dalamku.

“Kamu bohong!” dan PLakkk! Sebuah tamparan tepat mengenai wajahku.

“Aaa Ampun mass, ampunn, Aku sedang hamil mass.” Aku semakin memelas dan ketakutan.
“Ahh, mau pake alasan apa lagi kamu!” Abdul membentakku dan merobek bajuku, hingga aku hanya
mengenakan BH warna hitam dan rok putih selutut.

Adi melepaskan ikatan pada tangan dan kakiku.

“Sekarang mau lari kemana kamu?! Memangnya kamu sanggup melawan kami bertiga?” Bowo menantangku,
dengan cepat ia membuka baju dan celana pendeknya hingga hanya tersisa celana dalam warna coklat.

Aku tersentak dan kaget, juga kulihat penis Bowo yang sudah membesar hingga sedikit mencuat ke atas
celana dalamnya. Aku merangkak menuju sudut ruangan itu, aku menggedor-gedornya dengan harapan ada
seseorang yang mendengar. Tapi tindakanku justru membuat mereka semakin bernafsu untuk segera
menikmati tubuhku.

“Mau kemana kamu, disini tidak ada orang lain kecuali kami bertiga hahaha.” Adi senang sekali
melihatku hanya mengenakan BH dan Rok yang sedikit tersingkap.

“Mass ampunn, aku sedang hamil, nanti suamiku bisa membunuhku.” Tubuhku merinding dan sesekali aku
berteriak minta tolong.

“Wahaha, aku sudah tidak percaya lagi dengan ucapanmu! Kalau suamimu ingin membunuhmu, ceraikan saja!
Setelah itu kamu bisa jadi WTS sepuasnya.” Kata abdul sambil mendekatiku.

Diraihnya kedua tanganku dan membuatku sedikit berdiri. Srakk, Abdul merobek rok ku dan melemparnya ke
arah Bowo.

“Itu wo, buat kenang-kenangan.” Kata abdul.

“haha, iya mas, nanti aku pajang di rumah.” Kata Bowo cengar-cengir.

Kini tubuhku sudah setengah bugil. Tanganku secara naluri menutup dada dan selangkanganku.

“Wah bener-bener, ini namanya rejeki nomplok.” Abdul menciumi leherku yang putih, dibuatnya tubuhku
merinding dan aku hanya menggeleng-gelengkan kepalaku menghindari jilatan liar lidah Abdul.

Ciuman Abdul semakin turun mengarah pada dua gunung kembar milikku. Aku tak dapat mengelak, tanganku
di pegang abdul dan diangkatnya keatas.

Abdul semakin liar menjilati dadaku yang masih terbungkus BH, ia berpindah-pindah dari kiri ke kanan
dan sebaliknya. Hingga ia kemudian menjilati ketiakku.

“Aaa, ampun mass, ampun, too.. tolong nghh.” Aku tidak dapat berbohong kalau kelakuan Abdul membuat
birahiku naik dan tubuhku menjadi sedikit lemas.

Dengan sedikit dorongan, Abdul menjatuhkanku di tengah ruangan dan kait BH ku terlepas. Aku sudah
tidak bisa lari dari mereka, kini yang ada di dalam pikiranku hanya janin di dalam perutku, aku
menyadari semakin aku melawan maka mereka juga akan semakin kasar terhadapku.

Aku terdiam, tak melakukan perlawanan, bahkan berteriak pun tidak. Air mata mulai menetes membasahi
pipiku. Isak tangisku beradu dengan tawa dari mereka bertiga. Tubuhku lemas, antara takut dan pasrah
menjadi satu.

Dengan kedua tangannya Abdul membalikkan badanku hingga kini terlentang memperlihatkan Paha dan
Payudaraku yang sudah sedikit terbuka. Mereka bertiga berdiri diatasku sambil cengengesan, rupanya Adi
juga sudah melepas celananya diikuti dengan Abdul.

Aku sudah bisa membayangkan apa yang akan terjadi sebentar lagi. Bowo yang sudah siap dari tadi
telungkup dari atasku, tangannya mulai bermain di telingaku sedangkan kepalanya terus memburu bibirku.

“mmpff… mmpff.” Bowo menciumku dengan ganas, aku hampir tidak bisa bernapas dibuatnya.
Sambil tetap berciuman dia menggapai tanganku dan mengarahkannya ke penisnya yang sudah membesar.

Dituntunnya aku untuk meremas-remas buah pelirnya yang kini ia berganti posisi dengan sedikit
nungging. Aku pun menurut saja, aku remas-remas bagian buah zakar sampai ke dekat bagian anus yang
masih tertutup celana dalam yang sudah usang.

Tidak berapa lama Adi sudah berada di paha bagian kananku. Ia sudah telanjang, kini ia menindih pahaku
diantara selangkangannya, hingga dapat kurasakan penisnya yang besar dan berotot menggesek-gesek pada
pahaku yang mulus. Tangan Adi mulai bermain di dadaku, sambil sesekali ia menjilat bagian perutku.

“nggghhh uaa mppff.” desahanku membuat mereka berdua semakin liar memainkan lidahnya di tubuhku.

“ngghh, ahhh, mmppff.” sambil tetap berciuman desahanku tak henti-hentinya keluar. Memang harus kuakui
meski dari rohani aku menolak, tapi tubuhku tidak dapat menolaknya dan aku rasakan vaginaku mulai
basah oleh lendir kewanitaanku.

“Heh! Minggir-Minggir!” Biar aku yang pertama merasakan tubuhnya.” Teriak Abdul.

“Aku kan yang mendapatkan ide ini, jadi aku yang berhak untuk memulainya, awas-awas.” Tambahnya.

Adi dan Bowo segera menyingkir dari tubuhku. Bak seorang raja, Abdul menindihku, dan kini penisnya
yang sudah tidak dilapisi apapun tepat berada ditengah-tengah selangkanganku.

“Gimana nona manis, sepertinya kamu juga keenakan ya?” Kata Abdul di depan mukaku.

“Yang tadi itu belum pemanasan, baru tahap uji coba.” Ia semakin mendekat di wajahku.

Seketika itu agus melepas BH ku, dan dengan liar putingku dimainkan.

“nggg ahhh, aah, ah.” nafasku semakin tidak teratur.Cerita Sex Dewasa

Bowo yang tidak bisa diam meraih tanganku dan mengarahkan ke penisnya lagi, lalu menyuruhku untuk
mengocok-ocoknya. Adi pun tidak mau kalah, dari sisi yang lain ia memintaku untuk melakukan seperti
apa yang kulakukan pada Bowo.

Wajah Bowo menghilang dari hadapanku, rupanya ia turun dan kini ia tepat berada di atas daerah
kemaluanku, dilebarkannya kakiku dan ia mulai menciumi vaginaku yang masih dilapisi celana dalam
sambil tangannya memainkan putingku.

Aku semakin bernafsu, tanpa kusadari aku mengangkat pinggulku agar ciuman Abdul pada vaginaku lebih
terasa. Abdul tampaknya tahu kalau aku sudah sangat terangsang.

Segera ia melepas celana dalamku yang sudah banjir oleh lendir dari vaginaku. Disibakkannya rambut
kemaluanku dengan lidahnya. Kemudian Abdul mulai menjilati vaginaku dan sesekali menghisap klitorisku
dan tangannya semakin liar bermain di kedua payudaraku.

“nggghhh, ahhh, aaaa mmmh mass.” Aku mengerang keenakan sambil menekuk kedua pahaku sehingga abdul
lebih leluasa memainkan vaginaku.

Aku benar-benar serasa melayang, dihadapanku kini ada 3 orang yang secara beringas memperkosaku. Aku
sangat malu pada diriku, kenapa aku justru bisa menikmati keadaan ini, tapi tubuhku seolah-olah sudah
menyatu dengan jiwa mereka.

“mass ahhh, terus mass, enn enak.” Aku terus meracau tak karuan yang membuat mereka bertiga semakin
bernafsu. Lidah Abdul Semakin liar menghisap-hisap vaginaku diiringi kocokanku pada batang kemaluan
Bowo dan Adi.

“ ahhhh ahhh, mass. lebih cepat mass.” aku mengerang dan ketika itu juga aku mengalami orgasme.
Cairanku membasahi wajah Abdul namun ia terus menjilatinya hingga aku menggelinjang kekanan dan
kekiri.

Kini Abdul membangunkan tubuhku, dan memintaku untuk menjilati ketiga penis mereka. Aku seperti
dicekoki, didepanku kini ada 3 rudal yang siap menjejali mulutku.

Tanpa menunggu lama, aku masukkan penis mereka bergantian di mulutku, sambil tanganku memainkan batang
kemaluan mereka. Mereka bertiga nampaknya merasa keenakan,

”oohh.” Adi melenguh keenakan.

Sekitar 15 menit aku memainkan penis mereka sambil terus mengocoknya. Abdul yang sudah sangat
terangsang mendorong tubuhku dan mulai memasukkan penisnya yang besar itu.

“mmass.” aku menahan sakit saat penis Abdul menghujam vaginaku.

Dengan sekejap seluruh batang milik Abdul masuk kedalam liang kewanitaanku. Tanpa basa-basi, Abdul
mulai menggerakkan penisnya maju mundur. Sedangkan Adi dan Bowo menjilat-jilat dan menghisap
payudaraku.

Aku dikeroyok oleh 3 orang. Libidoku pun semakin meningkat setelah tadi aku mengalami orgasme. Aku
memegangi kepala Adi dan Bowo sambil terus melenguh keenakan.

“Uhhh ahhh, umm. ahh.” Kata-kata itu yang terus muncul dari mulutku melihat perlakuan mereka
terhadapku.

Sekitar 10 menit kami melakukan posisi ini sambil bergantian Adi dan Bowo menciumi bibirku. Abdul
belum juga keluar, ia cukup kuat untuk ukuran lelaki seperti dia. Kini ia menyuruhku untuk nungging.
Aku hanya menuruti perkataannya.

“Dul, gantian aku yang naikin dia.” Tanpa basa-basi Bowo mengarahkan penisnya ke arah vaginaku, kini
posisiku berganti menjadi menungging sambil di genjot oleh penis Bowo.

Penis Bowo tidak terlalu besar, bahkan hanya setengah milik Adi dan Abdul. Mungkin ini pertama kali
baginya untuk merasakan liang vagina. Karena kulihat ia cukup lama sebelum seluruh batangnya masuk ke
dalam vaginaku.

“Uoogghh, uenakk tenann” Kata Bowo.

Ia menggerakkan pinggulnya maju mundur mengikuti irama pantatku. Bowo cepat beradaptasi, Meski
penisnya kecil, tapi gerakkannya sangat cepat, berbeda dengan Abdul yang menikmatiku dengan pelan.

Adi berganti posisi, kini ia di depanku dan mengarahkan penisnya ke mulutku, kemudian ia memaju
mundurkannya beriringan dengan genjotan Bowo. Abdul yang tadi menggenjotku kini asik bermain dengan
putingku yang lumayan besar.

Kami terus melakukan tarian kenikmatan ini, Bowo semakin cepat menggerakkan penisnya maju mundur,

”Ahhh, masss, aaa, aku keluaaarr. ummm, mmpfff.” Aku keluar untuk kedua kalinya. Begitu juga dengan
Bowo, ia yang masih belum berpengalaman mengeluarkannya di dalam vaginaku, seketika itu juga ia
langsung lemas.

“Wah, wo, parah kamu, masa kamu keluarin di dalem, kan jadi kotor,” kata Adi.

”Aku saja belum sempat merasakannya sudah kotor sama peju kamu.” Tambahnya.

“Maaf mas Adi, aku kelepasan.” Ucap Bowo.

tampaknya Bowo sudah lelah, ia kemudian berbaring dan sepertinya akan tidur.

“Wah, dasar anak ini, habis enak langsung minggat.” Ucap Abdul.

Abdul kemudian menggantikan posisi Adi dengan memasukkan penisnya ke mulutku. Sedangkan Adi kini
berada tepat dibelakangku dengan posisiku yang masih tetap menungging.

“Tahan ya, sakit sedikit tapi enak kok..” Seringainya padaku.

Aku tidak tahu apa yang akan ia lakukan padaku, tidak begitu lama ternyata ada sesuatu yang mencoba
masuk melalui anusku.

“Nggghhh masss, sakitt, aa ampun mas.” Aku merasa kesakitan saat penis Adi yang besar mencoba
menerobos anusku.

“Ahhh, aaaw ashh, nnnhh.” Aku semakin tidak karuan merasakannya.

Dengan sekuat tenaga meski sempat beberapa kali bengkok akhirnya penis Adi masuk ke dalam anusku,

”Nggg ahhh.” rasa sakitku pelan-pelan menjadi kenikmatan yang baru bagiku, karena baru kali ini anusku
di jejali penis.

“Hmmff Sempit banget , uahh.” Ucap Adi keenakan, ia juga tidak kalah keenakan daripada aku.

Adi sudah mulai terbiasa dengan ini, sesekali ia meludahi anusku agar lebih mudah menggerakkan
penisnya.

“Akkkkhh, uuahhhh.” Adi mendesah keenakan saat ia mencapai puncak kenikmatan, spermanya mengisi penuh
seluruh isi anusku hingga meleleh keluar. Tidak berapa lama Abdul yang sudah dari tadi memaju
mundurkan penisnya di mulutku juga merasakan hal yang sama,Cerita Sex Dewasa

“ouughhh teleennnn, sseeemuaa.” Ia meracau sambil tangannya menekan kepalaku pada penisnya.
Seketika itu juga cairan spermanya menyemprot di dalam rongga mulutku dan mau tidak mau harus aku
telan.

Harus kuakui mereka bertiga cukup hebat, namun tetap saja tidak bisa mengalahkan mas Yeyen, Mereka
bertiga hanya sanggup membuatku keluar 2 kali, tapi mas Yeyen mungkin bisa lebih, bahkan Hingga aku
tidak mampu lagi untuk berdiri.

Mereka bertiga duduk di dalam ruangan sambil beristirahat karena mereka sangat lelah. Aku pun masih
terbaring di lantai tanpa sehelai benangpun. Abdul mengeluarkan 2 lembar lima puluh ribuan. “itu untuk
ongkos jamu dan tubuh kamu.

”Sekarang kamu pergi dari sini!” Ucapnya sedikit membentak.

“Bagaimana dengan pakaianku?” tanyaku.

“Pikir saja sendiri” Balas abdul ketus.

Kemudian aku memakai BH dan celana dalamku. Aku gunakan selendang yang kupakai untuk mengangkat
keranjang tadi, Aku lilitkan untuk menutupi tubuhku dan untunglah cukup. Aku bergegas meninggalkan
mereka sambil membawa kerangjangku. Jam sudah menunjukkan pukul setengah 4 sore.

“Mas Yeyen pasti sudah pulang ini.” Ucapku dalam hati sambil mengusap air mata di pipiku.

Sesampainya di rumah ternyata benar, Mas Yeyen sudah menungguku pulang. Aku ceritakan semua kejadian
ini padanya bagaimanapun aku tetap mencoba untuk terbuka padanya karena dialah satu-satunya orang yang
kumiliki.

Baca Juga Cerita Sex Aku Hamil

Reaksi Mas Yeyen sungguh membuatku kaget, Ia justru memelukku dengan erat, dan mengelus perutku
memberikan kasih sayang pada si Jabang Bayi.

Aku terharu dengan Mas Yeyen. Meski sempat ia akan bergerak mengumpulkan warga untuk memberi pelajaran
pada orang-orang yang memperkosaku, namun aku dapat meyakinkannya bahwa aku tidak apa-apa, dan semoga
saja janinnya juga tidak terjadi apa-apa.

Aku bangga dengan Mas Yeyen, ia tidak panik saat mendapatiku mengalami kejadian seperti ini, Selamanya
aku tetap mencintainya.

Setelah kejadian ini aku sudah tidak berjualan jamu lagi. Kali ini aku menjadi pendamping setia Mas
Yeyen, dengan menemaninya pergi ke ladang setiap hari. Meski keadaan ekonomi kami semakin sulit, tapi
kebahagiaan kami seolah menutup dalam-dalam semua keadaan ini dan kejadian masa lalu.

Kini anakku sudah besar, peristiwa itu tidak membuat kondisinya saat lahir menjadi cacat mental atau
sejenisnya. Ia tumbuh menjadi putri yang cantik dan kami beri nama Mentari, yang tetap bersinar
sesulit apapun keadaan yang kami alami saat ini, esok, dan seterusnya-

Thursday, 28 April 2016

BELAJAR NGENTOT

Aku anak tunggal namaku Dani umruku saat ini 17 tahun aku duduk di bangku SMU swasta di kotaku, sering aku tinggal di rumah sendirian diman Bapakku adalah pengusaha sukses yang cukup sibuk dalam mengelola bisnisnya skadang ibuku juga ikut bersama bapak.
Cerpen Sex Belajar Ngentot

Aku akan berbgai pengalaman pertama hubungan seks dengan wanita dan ini untuk pertama kalinya, aku tinggal di komplek kelas menengah di sampingku rumah di diami oleh kepala RT orangnya cukup berpengaruh di komplek tersebut.

Umurnya sekitar 60 tahun. tapi masih kelihatan gagah. Pak RT mempunyai dua orang istri. Yang pertama namanya Tante Is, wanita keturunan arab, kulitnya hitam manis, bodinya langsing. Meskipun usianya sudah 40-an, Tante Is masih kelihatan cantik, dia sangat pintar merawat diri.

Dengan Tante Is, Pak RT mempunyai dua orang putri yang cantik-cantik, yang sulung namanya Erni sedangkan adiknya namanya Ana, umur keduanya hampir sebaya denganku. Istri keduanya namanya Tante Rena, orang Bandung, kulitnya putih bersih.

Wajahnya mirip bintang sinetron Titi Kamal. Bodynya aduhai, montok, padat berisi. Mungkin karena dia sering fitness, apalagi Tante Rena senang berpakaian sexy yang menonjolkan lekuk-lekuk tubuhnya. Membuat laki-laki yang memandangnya terangsang dan ngeres.

Tante Rena orangnya supel dan pintar bergaul, sering dia ngobrol-ngobrol dengan anak muda seusiaku, termasuk aku.

Kejadian ini bermula ketika orang tuaku pergi seminggu keluar kota untuk keperluan bisnisnya. Aku ditinggal sendirian dirumah. Sedangkan pembantuku dipecat ibuku tiga hari sebelumnya karena ketahuan mencuri uang ibuku. aku yang sendirian merasa kesepian.

Aku duduk diruang tamu sambil berkhayal. Untuk menghilangkan kesepianku, kuputar VCD porno yang baru aku pinjam dari temanku. Filmnya tentang seorang cewek bule yang sedang disetubuhi dua orang negro.

Satu orang negro sedang dikulum kontolnya, sedangkan yang satunya lagi sedang ngentot cewek bule itu dari belakang dengan posisi nungging. Sekitar 20 menit mereka berganti posisi, satu orang negro sedang rebahan diranjang sambil memasukkan kontolnya kelubang anus cewek bule itu, yang telentang diatasnya.

Sedangkan negro yang satunya lagi sedang menggenjot vagina cewek itu. Desahan dan erangan mereka membuatku terangsang. Kuraba-raba celana pendekku (aku sudah tidak pakai celana dalam), kontolku mengeras.

Semakin lama kuraba semakin keras. Kukocok-kocok naik turun. Birahiku memuncak ingin disalurkan, tapi aku tidak tahu harus kemana menyalurkannya.

“Lagi ngapain Dan?” suara seorang wanita mengejutkanku.

Ternyata Tante Rena sudah berdiri disamping pintu. Dia berpakaian sangat sexy, dengan kaos ketat dan rok super mini. Dia memandang karah celanaku. Saking terkejutnya aku lupa menaikkan celanaku, sehingga dia dengan bebas bisa melihat kontolku yang sedang tegang penuh, mengacung-acung.

“Maaf.. maaf.. Tante” sahutku terbata-bata.

“Akh, nggak apa-apa kok, kamu khan udah gede”.

“Wah, kontolmu gede banget, udah pernah dimasukkin kevaginanya cewek belum?” tanyanya cuek.

“Be.. belum pernah Tante” sahutku.

“Mau nggak dimasukin ke punya Tante?, Tante pingin nih ngerasain kontolmu” katanya meminta.
Kemudian dia menutup pintu dan menguncinya. Dia berjalan mendekat kearahku. Duduk disampingku.


“Tapi saya belum pernah Tante” jawabku.

“Tante ajarin, mau khan?” katanya sedikit memaksa.

Tanpa menunggu jawabanku, dia menaikkan kedua kakinya kepangkuanku. Tangannya meraba-raba kontolku, aku gemetar. Baru kali ini kontolku dipegang seorang wanita. Dia mendekatkan wajahnya kewajahku, diciumnya bibirku.

Lidahku diisapnya. Aku membalas isapannya. Lidahku dan lidahnya tumpang, tindih saling isap. sesekali isapannya diarahkan keleherku. ditariknya tanganku, diletakannya dikedua buah dadanya yang sudah mengeras.

Kuremas-remas buah dadanya, dia menggelinjang keenakan. Kutarik kaos ketatnya, aku terperangah, dia tidak memakai BH, buah dadanya padat dan kenyal. Kulepaskan isapan lidahnya, kuisap buah dadanya, dia melenguh, sambil tangannya terus mengocok-ngocok kontolku.

Beberapa menit berlalu, dia berdiri, lalu melepaskan rok mininya. Maka terpampanglah pemandangan yang luar biasa. Aku bisa melihat dengan jelas vaginanya yang merah merekah, sangat indah. dicukur rapi dan bersih.

Kemudian dia berlutut dilantai, dihadapanku. Wajahnya didekatkan keselangkanganku. Ditariknya celana pendekku. Bibirnya mendekati kepala kontolku, dan mulai menjilati kepala kontolku, terus kepangkalnya.

“Akkh.. aow.. oohh.. nikmat Tante, enakk.. sekali” aku mengerang ketika dia mulai mengulum kontolku.

Hampir seluruh batang kontolku masuk kemulutnya yang sexy. Kontolku keluar masuk dimulutnya. Nikmat sekali. Tak ketinggalan, buah pelirkupun diseruputnya. Puas mengulum kontolku, kemudian Tante Rena berdiri dihadapanku.

Vaginanya berada pas diwajahku. Dia menarik kepalaku, mendekatkannya pada vaginanya. Aku mengerti maksudnya, minta dijilati vaginanya. Kujulurkan lidahku. Aku mulai dengan menjilati pangkal pahanya, terus mendekati bibir vaginanya.

“Aow.. oohh.. nikmat.. sayang, teruss.. terus” dia mendesah-desah ketika aku memasukkan lidahku ke lubang vaginanya.

Kusedot-sedot, kugigit-gigit kelentitnya. Dijepitnya kepalaku. Hampir seluruh isi vaginanya kujilati, vaginanya basah.

“Akkhh.. akuu.. nggak kuatt.. sayang, kita mulai aja” ajaknya. cerita hot tante

Dia menurunkan tubuhnya perlahan-lahan kepangkuanku. Dipegangnya kontolku, diarahkannya tepat kelubang vaginanya. Dia mulai memasukkan kontolku sedikit demi sedikit. Semakin lama semakin dalam.

Sudah setengah batang kontolku masuk. Sampai disini dia berhenti sejenak mengatur posisi. Kakinya berlutut disofa. Aku tak mau ketinggal, kuambil kesempatan. Kusodokkan kontolku.

Dia menjerit ketika kontolku amblas dilubang vaginanya. Dia mulai menaikturunkan pantatnya dipangkuanku. Kontolku serasa dijepit dan dipijit-pijit lubang vaginanya yang sempit.

“Gimana sayang enak khan?” tanyanya.

“Enakk sekali Tante, vagina Tante sempit sekali” jawabku.

“Sudah lama sekali Tante tidak merasakannya sayang”.

“Pak RT tak pernah memberiku kepuasan” dia menggerutu.



“Emangnya Pak RT impoten Tante?” tanyaku.

“Iya, iya sayang” jawabnya singkat.

Kupeluk pinggangnya erat-erat. Bibirku menghisap-hisap buah dadanya. Kubantu gerakkannya dengan menyodok-nyodokan pantatku keatas. Dia mengerang-erang merasakan nikmat. Matanya merem melek.

Semakin lama semakin cepat dia menggerak-gerakkan pantatnya, sesekali pantatnya diputar-putar. Aku merasakan nikmat yang tiada tara. Kontolku serasa dipelintir vaginanya. Sudah sekitar 30 menit kami berpacu dalam kenikmatan. Nafasnya dan nafasku saling memburu. Peluh kami bercucuran.

“Akh.. oohh.. aku tidak kuat sayang, akuu.. mauu.. keluarr” dia menjerit-jerit.

Kurasakan vaginanya berkedut-kedut.

“Akuu.. juga Tante” sahutku ngos-ngosan.

“Keluarin didalem aja sayang, aku ingin punya anak darimu” pintanya memelas.

Crott! Crott! Crott! Aku menumpahkan sperma yang sangat banyak di lubang vaginanya.

“Kamu puas khan sayang?” tanyanya.

“Puas sekali Tante” sahutku pendek.

Kami beristirahat sejenak. Kemudian kekamar mandi untuk membersihkan badan. Siraman air membuat badanku segar kembali.


“Aku pingin lagi sayang, kamu mau khan?” tanyanya meminta..

Aku tidak menjawabnya. Kubopong tubuhnya, kubawa kekamarku dan kurebahkan diranjangku. aku merangkak diatas tubuhnya dengan posisi ssungsang. Selangkanganku berada diatas wajahnya, sedangkan wajahku tepat diatas vaginanya.

Aku mulai menjilati dinding vaginanya. Dia menggerinjal-gerinjal dan menjepit kepalaku. Seluruh dinding vaginanya kujilati. Kucari-cari tititnya. Kusedot-sedot dengan lidahku. Sesekali kugigit. Dia meringis.

Dengan jari-jariku kutusuk-tusuk lubang anusnya. Sesekali kujilati lubang anusnya. Tante Rena tak mau ketinggalan. Dia menjilati kontolku, dari kepala sampai pangkal kontolku tak luput dari jilatannya.

Sstt! Aku mendesah ketika dia mengulum kontolku. Dia sangat lihai memainkan lidahnya. Kontolku yang tadi mengecil, sedikit demi sedikit mengeras didalam mulutnya. luar biasa kenikmatan yang kudapatkan. Tante Rena memang benar-benar profesional. Seluruh batang kontolku dijilatinya.

“Oohh.. aku tidak tahan sayang, kita mulai aja” pintanya.

Kuturunkan tubuhku dari tubuhnya. Aku berdiri dipinggir ranjang. Kutarik tubuhnya kepinggir, hingga kedua kakinya menjuntai. Aku mendekatkan kontolku kelubang vaginanya. Sedikit demi sedikit kontolku masuk kelubang vaginanya.


Sstt! Dia mendesis. Sudah seluruh batang kontolku amblas ditelan lubang vaginanya yang basah dan memerah. Kugoyang-goyangkan pantatku. Tante Rena membantuku dengan menggoyang-goyangkan tubuhnya. aku merasakan sensasi yang luar biasa. 10 menit berlalu, kuganti posisi. Kutarik kontolku. Kakinya kunaikkan keduanya. Aku memasukkannya lagi. Dan mulai menggenjotnya.

“Akhh.. akuu.. mauu.. keluarr.. sayang” dia mengerang.

Vaginanya berkedut-kedut. Vaginanya menjepit kontolku.

“Akhh.. aku keluarr.. sayang” dia melenguh.Cerpen Sex

kurasakan vaginanya basah oleh cairan. Tante Rena telah mencapai orgasme sedangkan aku belum apa-apa. Kubalikkan tubuhnya. Kuminta dia menungging. dia menuruti aja perintahku. Kudekatkan kontolku yang masih tegang ke lubang anusnya.

“Kamu mau apain anusku sayang” tanyanya ketika kepala kontolku menyentuh lubang anusnya.

“Jangan, jangan di lubang itu sayang, sakit” teriaknya.

Aku tidak mempedulikannya. Kumasukkan kepala kontolku kelubang anusnya. Mulanya agak susah tapi akhirnya masuk juga. Kutekan pelan-pelan hingga seluruh batang kontolku amblas. Aku mulai menggerakkan pantatku maju mundur. Kutuk-tusuk lubang anusnya.

“Oohh.. enakk.. sayang, kamu pintar” pujinya ketika dia sudah mulai merasakan nikmatnya disodomi.

Sekitar 30 menit kontolku keluar masuk dilubang anusnya. Kurasakan kontolku berkedut-kedut.
“Akkhh.. aku mau keluarr.. Tante” aku berteriak histeris.



Crott! Crott! Crott! Kutumpahkan spermaku lubang anusnya. Kudiamkan beberapa saat. Lalu kutarik kontolku. Kuarahkan ke wajahnya. Kuminta dia menjilati spermaku. Dengan lahapnya Tante Rena menjilati sisa-sisa spermaku, sampai bersih dijilatinya. Tanpa rasa jijik sedikitpun.

“Kamu hebat sayang, aku puas sekali” pujinya.

“Kamu mau khan memberiku kepuasan seperti ini lagi?” pintanya.

Aku mengangguk aja. Menyetujui permintaannya.

“Kalo kamu pengin lagi, datang aja ke kamarku”.

“Masuknya lewat jendela ya! Kalo lampu kamarku mati, berarti Pak RT nggak di rumah”.

“Ketok kaca jendela tiga kali, akan kubukakan untukmu, OK” dia menerangkannya untukku.

Kurebahkan tubuhku disampingnya. Kami tertidur setelah mencapai puncak kenikmatan yang luar biasa. Malam itu Tante Rena menginap dikamarku. Sampai pagi kami merengkuh kenikmatan.