Thursday, 25 August 2016

DOYAN SEX



Perkenalkan namaku Jihan,kelahiran bandung, umurku saat ini 24 tahun, aku kuliah disalah satu perguruan tinggi dijakarta. Dijakarta aku mengontrak sebuah rumah yang lumayan mewah untuk aku tempati bersama dengan teman-temanku. Dirumah yang lumayan mewah itu aku temapati dengan 4 orang temanku yang sama juga wanita. Mereka semua cantik-cantik dan seksi-sekdi karena mereka asli kelahiran bandung semua. Kalau dikampus kami selalu berpakaian super seksi, jadi jika kami masuk kampus kami selalu menjadi pusat perhatian coowk-cowok hidung belang. Namun kami cuek saja karena tujuan kami memang membuat mereka nafsu kepada kita.


Perlu pembaca ketahui kalau kami berlima adalah teman dari SMA dan sekarang kuliah disatu fakultas yang sama dan satu jurusan yang sama juga. Jadi kami berlima sudah sangat akrab dan sudah sangat biasa sekali. Bahkan kami sudah tak segan-segn lagi melakukanhubungan Sex diketahui teman-teman yang lain. Karena kami berlima adalah kumpulan gadis Sayang sama-sama doyan ngesexnya, jadi kami biasa saja. tak jarang juga kami mengerjai teman cowok kita dengan kita buat ngecrot sebanyak-banyaknya sampai habis spermanya.
Namun dari berbagai laki-laki yang kita ajak ngentot, aku hanya mengincar satu laki-laki ang bernama Redi. Dia orangnya ganteng, badannya sixpack, suka dengan olah raga dan aku berpikiran kalau Redi pasti ngentotnya sangat kuat. Itu Song menjadikanku ingin seklai merasakan dientot oleh Redi. Dan akhirnya suatu siang ketika Redi selesai bermain basket, aku langsung nyamperin dia. Waktu aku nyamperin Redi, aku menggunakan pakaian yang sangat seksi sehingga bentuk lekuk tubuhku sangat kelihatan.dan tanpa basa-basi lagi aku langsung mengajak Redi nanti malam untuk pergi, dan tanpa menolak Redi pun menyetujui ajakanku. Aku tau Redi terus memandangi tubuhku, dan sebelum pergi aku berbisik pada Redi “Siapkan tenaga kamu ya sayang”. Redi pun tersenyum dan aku pun langsung pergi.
Malam harinya Redi menjemputku, dan aku pun langsung mengajaknya kesebuah hotel yang sudah aku pesan. Karena kurasa seluruh tubuhku tidak fresh aku pun pergi mandi. Sementara Redi masih keluar untuk membelikan majalah dan camilan. Aku Mandi dengan air hangat dan berendam sesaat. Setelah selesai aku mengenakan lingerie warna merah menyala Song sengaja kubeli sebelumnya. Warnanya Song merah sangat kontras dengan kulitku yang kuning pasti akan membuat siapa saja yang melihatku terangsang. Kemudian kupakai Kimono kamar mandi dari hotel tempat kami menginap. Dan aku berbaring di ranjang sambil nonton TV.

Baca JUga Cerita Sex Lain nya di CeritasexTerbaru.Net

Tak lama kemudian Redi kembali. Setelah meletakkan belanjaan dia pun pergi mandi. Sengaja kumatikan lampu kamar kemudian lampu baca di meja kunyalakan remang-remang. Suasana ini benar-benar romantis, kimono pun kubuka dan kulempar begitu saja. Kemudian kutata bantal dan guling di ranjang sedemikian rupa sehingga aku bisa bersandar dengan enak. Kuusap-usap tubuhku sambil memperhatikan lingerie yang baru pertama kali kupakai.
Tak lama kemudian Redi keluar dari kamar mandi sambil melilitkan handuk di pinggangnya. Dia pun tercengang melihatku, kemudian sambil tersenyum dia berkata, “Kamu benar benar sexy sayang..” Diapun mendekatiku sampai di bibir ranjang, aku pun berdiri dengan bertumpu pada kedua lututku. Kubelai rambut Redi yang baru setengah kering, kuciumi wangi rambutnya. Kemudian ciumanku pun turun, hidungnya kukecup, bibirnya kukecup dan kulumat dengan mesra.

Iklan Sponsor :


Dia melingkarkan tangannya di pinggangku sambil sesekali mengusap punggungku. Kurasakan ciuman Redi makin hebat, lidah kami saling berpagutan, kurasakan bibirnya perlahan namun pasti turun menjelajahi leherku Song membuat jantungku makin keras berdetak. Sementara tangannya yang lain mengusap-usap buah dadaku Song kelihatan hampir tidak muat di dalam lingerie yang kupakai karena ukurannya memang besar, 36B.

Iklan Sponsor :


Kurasakan lidah Redi turun dari leher menyusuri dadaku kemudian tangannya menurunkan lingerie-ku di bagian dada Song menyebabkan tersembullah dua bukit indahku. Matanya tak pernah lepas dari dadaku sambil dia berkata, “Oh buah dadamu memang indah sayang.. aku tak pernah sanggup menahan diriku bila melihatnya..” Aku pun hanya tersenyum sambil mataku mengerling nakal, yang membuatnya makin tidak tahan. Dia meremas-remas dengan mesra buah dadaku sambil dipilin-pilin putingnya.

Kunjungi JUga CeritaSexHot.Org

Kemudian dia jilati bergantian sambil dikulumnya. Kulihat benar-benar tidak muat buah dadaku dalam genggamannya. Ya inilah salah satu kebanggaan diriku, keindahan Song kumiliki. Aku pun mengerang, “Aaacchh.. Redi.. kau pandai sekali menghisapnya.. aacchh..” tanpa kusadari tanganku sudah membuka handuk yang dipakai Redi yang kubiarkan jatuh begitu saja. Dan dapat kulihat jelas kejantanannya Song panjang dan besar telah berdiri dengan tegak seolah-olah menantangku. Memang kuakui batang kejantanan Redi sangat besar, panjangnya mungkin hampir 18 cm, dan hal inilah Song mungkin membuatku selalu ketagihan untuk bermain Sex dengannya.

Iklan Sponsor :


Kuusap-usap kepala kemaluannya, kurasakan ada lendir kenikmatan telah membasahi kepala kejantanannya yang membuatku makin terangsang. Kutundukkan kepalaku lalu kujilat-jilat kepala kemaluannya lalu seluruh batangnya kujilat sambil kuusap-usap. Kemudian kudorong tubuh Redi sampai dia terduduk di sofa, lalu aku berjongkok di depannya, kujilati terus batang kejantanannya kemudian kumasukkan seluruhnya ke dalam mulutku sambil lidahku berputar-putar di dalamnya. Kontan saja Redi mengerang, “Aahcchh.. sayaangg.. nikmatt sekalii..” Aku merasakan batang kejantanannya semakin tegang, urat-uratnya mulai menonjol keluar tentu saja aku semakin bergairah melihatnya.

Kunjungi JUga CeritaSexTerbaru.ORG

Aku mulai mengeluar-masukkan batang kejantanan Redi, makin lama gerakanku makin cepat sambil kugenggam dan kuputar-putar. Dia mengerang lagi, “Sayaang.. kamuu benar-benar hebat.. aacchh..” Aku tak menghiraukannya, kukocok batang kejantanannya makin lama makin cepat kemudian kuhisap-hisap, kurasakan tubuh Redi menegang, “Aku mau keluaarr saayy.. akuu nggaak tahann..” Makin kupercepat kocokan tanganku, kemudian kuhisap kuat-kuat batang kejantanannya dan.., “Creett.. ccrereett..” Kurasakan air mani Redi memenuhi mulutku, langsung kutelan sambil tetap kujilat batang kejantanannya kemudian kujilati seluruh permukaan bibirku sambil kuremas-remas buah dadaku, kulihat Redi lemas sesaat.
Saat aku sedang asyik meremas-remas buah dadaku sendiri, sambil kulirik dia dengan pandangn sayu dan sexy. Tiba-tiba Redi mengangkat tubuhku dan membaringkannya di ranjang. Dia mengulum buah dadaku sambil dihisapnya kemudian perlahan ciumannya turun mencium lingerie di bagian perutku sambil tangannya merambat ke bagian kemaluanku dan mengusap-usap klitorisku yang rasanya sudah membesar. Aku menggeliat sambil mengerang, “Aacchh.. Redi.. nikmat..”

Kunjungi JUga CeritaSexPembantu.com

Kemudian dia berdiri dengan berlutut di ranjang, dia lepaskan celana dalam merahku yang sangat sexy itu. Dia usap-usap klitorisku Song memang bersih dari rambut-rambut. Kemudian pelan namun pasti dia jilat klitorisku sambil jari tengahnya dia masukkan ke liang kewanitaanku. Benar-benar nikmat kurasakan, kugigit bibirku sambil tanganku tak henti-hentinya memilin putingku sambil sesekali kujilati buah dadaku sendiri. Karena buah dadaku besar, aku tidak kesulitan untuk menjilatinya. Sementara Redi sedang sibuk di bawah sana, membuatku menggelinjang-gelinjang kenikmatan.

Aku pun tak sabar lagi, aku berkata pada Redi, “Ayo.. Redim.. masukkan Penismu.. aku.. akuu..” rupanya Redi telah paham maksudku, sebelum aku menyelesaikan kalimatku.. tiba-tiba.., “Slepp..” aku memekik, “Aaacchh.. yeeahh..” sambil menahan nikmat yang luar biasa kudapat. Belum sampai selesai kurasakan nikmat, Redi sudah menggoyangkan batang kejantanannya keluar masuk dari liang senggamaku dengan sangat cepat, rupanya dia masih ingat seperti itulah favoritku. Aku memang suka digoyang sangat cepat dari pertama sehingga rasanya luar biasa nikmatnya.

Goyangan Redi pun makin cepat. Kurasakan batang kejantanannya sangat keras menghujam di dalam liang kewanitaanku. Aku pun hanya bisa memekik, “Redi.. aachh.. nikmat sekali sayangg.. pelermu emmang nikmat..” Redi pun tak bereaksi mengurangi goyangannya, makin lama makin cepat dia bergoyang sampai aku berkata, “Rediiiii.. aku mau keluarr sayaangg.. akuu nggak tahann..” dia pun berkata, “Kita sama-sama sayaang..” batang kejantanan Redi makin cepat ritmenya.Cerpen Sex

Kemudian kurasakan nikmat yang luar biasa, tubuhku menegang, melengkung hingga bagian dadaku terbusungkan, “Aaacchh.. Rediiii.. aku keluarr..” Kurasakan liang kewanitaanku sangat hangat. Tiba-tiba Redi menghentikan goyangannya dan tubuhnya menegang juga, “Aachh.. akuu juga sayang..” dan, “Creett.. crett..” Air mani Redi kurasakan menyemprot dinding rahimku, terasa sangat hangat, mengalir perlahan di dalam liang kewanitaanku. Kemudian kami berdua tergeletak sambil dia terus menciumiku dan membisikkan kata-kata cintanya, diusap-usapnya rambutku yang membuatku ketiduran sejenak.

Ketika aku terbangun, aku langsung menuju kamar mandi untuk berbilas. Kuisi bed tub dengan air panas sampai penuh kemudian kumasukkan aroma parfume kesukaanku dengan sedikit minyak lalu aku berendam di dalamnya, benar-benar nikmat. Aku hampir ketiduran ketika kurasakan ada jari-jari halus membelai dan mengusap rambutku.

Kubuka mataku, kulihat Redi sedang berjongkok di sana, masih dalam keadaan telanjang bulat. Kulihat senyumannya yang mesra. Kemudian dia mencium keningku, terus menyusur hidungku hingga akhirnya kami berciuman lagi. Tangannya mengusap-usap buah dadaku, membuat birahiku bangkit kembali. Kemudian kuusap-usap batang kejantanannya yang memang sejak dia berjongkok telah tegak berdiri.

Dia masuk ke bed tub, aku pun menggeser badanku hingga aku terduduk di tepi bed tub. Kemudian dia naikkan pahaku sampai posisiku mengangkang, kutarik batang kejantanannya sampai menyentuh kemaluanku lalu kuusap-usapkan di klitorisku. Aku menggelinjang kenikmatan. Perlahan aku masukkan kepala kejantanannya di depan liang senggamaku dan Redi mendorong pantatnya yang otomatis menyodokkan batang kejantanannya ke liang kewanitaanku.

“Aaachh.. kamu nakal Redi..” erangku. Kemudian bibir kami saling berciuman dengan ganasnya, saling lumat dan saling memagut. Sementara itu kurasakan gerakan Redi sudah makin cepat dan cepat, dia naikkan kaki kiriku ke bahunya sambil setengah melingkar ke lehernya. Dia gerakkan memutar pantatnya, kuremas-remas buah dadanya sambil kami terus berciuman. Tiba-tiba dia melepas ciumannya dan.., “Aaacchh.. sayaang..” dia memekik sambil memeluk erat tubuhku.

Kurasakan kebali air maninya membasahi dinding rahimku. Kemudian kucium dia dengan mesra sambil kubelai-belai. Kudorong dia sampai dia terlentang dia. Lalu aku aku menikmati Penisnya yang masih tegang dan menjilat sisa spermanya yang masih tersisa, kusedot dan kukocok lagi agar semakin keluar. Setelah istirahat sebentar, kami mandi bersama. Aku menyabuni dia dan dia menyabuniku bergantian. Rupanya air hangat membuat dia terangsang dan membuat kami tak tahan kami bergumul lagi di kamar mandi.

Paginya penghuni kos kuceritakan malam yang dahsyat bersama Redi. Ini membuat mereka penasaran. Aku yang hanya mengenakan lingeri seksi bercerita ke yang lain, sementara Redi masih terkapar setelah semalam kuhajar habis habisan beberapa ronde. Kami yang hanya mengenakan pakaian dalam seadanya antusias mendengar ceritaku.

Disaat bersamaan Redi muncul hanya mengenakan celana pendek. Tubuhnya yang atletis kelihatan sekali. Aku menahan air liur untuk menikmati seperti semalam. Ingin sekali aku menelanjanginya lagi, sayang pagi ini bukan jatahku. Sesuai perjanjian pagi adalah milik bersama dan Redi berhak memilih siapa diantara kita. Redi duduk diantara kami bertiga yang hanya mengenakan pakaian dalam yang seksi.

Haaai … pagi, sapanya. hai juga sapa kami dengan penuh arti. Rupanya dia terangsang melihat kami hanya mengenakan pakaian seksi. Aku bisa melihat dari Penisnya yang mulai mengeras dari celana yang dipakainya. Kamu ngaceng ya … kata Rita. Boleh dong aku merasakannya ….. video tips oral seks mengulum penis Seperti tak sabar … Windi mendekati dan tanpa basa basi, mendekat dan memegang Penis Redi dan membuka celana Redi .

Wowwwww …. indah sekali. serempak kami berkomentar. Windi Song sudah dekat Redi dengan sigap meremas Penis Redi sementara tangan meremas dada Redi Song bidang. Ini Penis yang gue cari. kata Windi. Sayagnnya pagi ini aku hanya bisa menyaksikan aksi mereka. Kali ini aku di tugaskan merekam adegan mereka.

Windi yang sedari tadi asik dengan Penis Redi langsung memainkan dan memilinya sementara Redi terlihat mendesah merasakan kenikmatan. Dilepasnya celana Redi dan Penisnya yang sudah ngaceng langsung mengacung berdiri dengan gagahnya. wowwwwwww …. Windi makin antusian dan meremasnya ujung Penis Redi. Sambil memainkannya dia mulai menjilati tubuh Redi mulai perut, dada dan lehernya.

Sampai akhirnya dia melumat habis-habisan bibir Redi, sementara tangan kirinya masih meremas dan memilin Penis sementara tangan kanan mencengkeram leher Redi. Redi pun kewalahan meladeni Windi yang makin liar tak terkendali. Sementara kami hanya melongo adegan mereka. Kami memang hanya menyaksikan saja dan menikmati aksi mereka, agar bisa menikmati pemandangan indah ini dan tidak mengganggu kenikmatan Windi.

Lagi asik-asiknya melihat adegan Windi tiba-tiba aku dikejutkan kedatangan temanku Soni dan Ilham. Aku lupa memang sengaja mengundangnya untuk melepaskan gairahku. yang tak kuduga mereka datang berdua.

Suasana rumah kos yang sepi sangat mendukung aksi kami merangsang kami. Kemudian aku ajak mereka ke kamarku. Tak menunggu lama, aku mendorong Soni di ranjang segera kulumat bibirnya. Baju yang seksi yang kukenakan sudah aku tanggalkan tinggal celana dalam dan BH hitam yang menempel. Sementara Ilham masih melihat aksi kami.

Tak tinggal diam kuajak dia join. Di sana tubuhku aku menikmati lagi dan lagi. Aku pun makin menikmatinya juga. Karena gairah kami yang tinggi maka kami lakukan berulang-ulang. Sampai disaat kuhisap milik mereka dan tiada cairan yang mereka keluarkan di mulutku dan liangku. Kurasakan tak ada semburan.

kuterdiam menahan nafas dan agak terkaget dengan sentuhan Soni. Kurasakan putingku mengeras dan menegang membuat aliran darahku terangsang keseluruh tubuh. Rasanya nyilu dan nikmat membuat seluruh tubuhku merinding dan lemas. Perlahan mengalir ketonjolan didekat saluran kencingku. Kemudian kurasakan bibir vagina dan anusku berdenyut-denyut. Kusadari aku terangsang. Untung Soni tak menyentuh selangkanganku.Cerpen Sex

“Udah Son, lepasin tangannya dong!” ucapku sambil kedua tanganku melepaskan kedua tangan Soni dari dadaku. Walaupun sebenarnya kusuka, tapi kutolak karena aku terangsang. Kurasakan sebuah bibir mencium kupingku. Mataku melirik ke arah wajah tersebut dan kulihat sekilas wajah Ilham. Sesaat kuterdiam kembali. Nikmat di dalam darahku mengalir kembali. Bibir Ilham kemudian melumat daun telingaku.

Kurasakan nikmat dan lembut mulut Ilham dan membuatku tidak dapat mengelak dan menolak. Perlahan lidah Ilham menjulur masuk ke lubang telingaku. “Aaahh..” hanya itu yang bisa kuucapkan. Daguku terangkat tinggi. Kurasakan putingku mengeras dan menegang menjadi sensitif. Kurasakan nyilu dan nikmat di putingku.

Tampaknya Soni tak mau kalah. Segera tangannya meremas-remas dadaku. Perlahan kurasakan mulut Soni melumat bibirku. Lidahnya menjilati semua yang ada di mulutku. Aku hanya bisa terdiam tak bergerak, kurasakan pikiranku melayang jauh. Birahiku mengalir di dalam darahku. Tubuhku semakin sensitif dan haus akan sentuhan. Terlintas di pikiranku berharap mendapatkan yang lebih lagi. Kurasakan buaian tangan Ilham di pahaku sehingga membuat daerah sensitif di selangkanganku semakin menjadi. Kurasakan rokku perlahan diangkat Ilham. Tangannya mengelus-elus pahaku dari daerah paha luar, dalam dan sampai di belahan selangkanganku.

Kedua tangannya menggerayangi buah dadaku. Kurasakan putingku menegang nyilu yang nikmat. Birahi mengalir dalam darahku membuatku terangsang. Kemudian kami bertiga duduk. Dan tak lama kemudian tubuhku kali ini dirangkul oleh Ilham. Tangannya mengelus dan meraba pahaku, kemudian perlahan menyusup di pahaku. Tak lama kemudian celana dalamku yang membentuk belahan kemaluanku terlihat jelas. Tangannya bergerak dari bagian paha luar, dalam, dan selangkanganku. Terasa bibir vaginaku berdenyut dan sensitif. Sebenarnya tanpa mereka sadari aku sedang menikmati kejadian ini dan aku terangsang. Aku berusaha menyembunyikan perasaan ini.

“Vina.. Paha kamu mulus.. putih.. kulit kamu lembut ya,” sahut Ilham dengan kedua tangan Song menikmati tubuhku. Sesaat kemudian kurasakan tangan Soni mendekap salah satu buah dadaku yang sedang terangsang. Sesaat nafasku tertahan kemudian batinku terdiam. Kurasakan nikmat di dadaku. Putingku sedang dialiri darah birahi. Perlahan daguku terangkat tinggi. Akhirnya nafasku berburu.

rahasia birahi pria wanitaTampaknya Soni tahu bila aku terangsang. Tanpa basa basi lagi aku melakukan permainan selanjutnya. Perlahan tangan Soni yang mendekap dadaku turun dan menyusup bhku. Kurasakan tangan Soni menyentuh kulit perutku dan menyusup sampai mendekap dadaku yang tertutup BH dan kemudian meremas-remas. Daguku terangkat tinggi. Kemudian bibir Soni kurasakan mengecup dan mencuimi leherku. Mataku terpejam dan kugigit lembut bibir bawahku.

“Oouuhh..” dengan pelan desahan itu keluar dari mulutku. Semakin kukeluarkan suara dari mulut maka semakin mereka menjadi. Kurasakan tali BH-ku terlepas dan BH-ku mengendor. Entah siapa yang melakukannya. Kurasakan tangan Soni mendekap dadaku secara langsung. “Aahh,” kurasakan. Dadaku diremas-remas lagi dan kemudian kedua putingku dimainkan oleh Soni. Nikmatnya!

Perlahan BH dan kaosku diangkat. Udara pun menyentuh putingku langsung dan merangsang tubuhku. Celana dalamku dibuka Ilham. Kaos dan BH-ku dilepas Soni. Rokku tidak ketinggalan. Pakaian yang menyelimuti tubuhku berserakan entah berada dimana.

Akhirnya tiada sehelai kainpun di tubuh ini. Semakin tubuhku polos semakin buaian udara merangsang tubuhku. Rasanya tubuh ini ingin dinikmati. Perlahan tangan Ilham membuat kakiku mengangkang lebar. Rasanya buaian angin merangsang paha dalam dan daerah kemaluanku dan membuatku berharap untuk mendapatkan kenikmatan. Kurasakan bibir Ilham menyentuh dan mengecup bibir vaginaku. Daguku terus terangkat tinggi dan dadaku reflek membusung seakan menyodorkan diri. Kurasakan seperti ada setrum Song mengalir dari bibir vagina ke seluruh tubuh.

“Oouuhh..” dengan panjang kuucapkan. Kurasakan tangan Soni meremas dadaku dan memainkan putingku. Ah, dua titik sensitifku terangsang. Dengan reflek dadaku kubusungkan sesampai-sampainya. Tampaknya Soni tidak diam melihatku begini. Segera ia menghisap salah satu putingku lagi. Ah, sekarang ketiga titik sensitifku terangsang. Kurasakan jari-jari Ilham perlahan masuk ke liang vaginaku. Lalu keluar lagi dan akhirnya keluar masuk dengan cepat dan serakah. Kurasakan birahiku melayang dan terangsang membuatku pasrah dan menikmati cara mereka yang sedang menikmati tubuhku. Kurasakan kemaluanku basah. Anusku juga terkena air yang mengalir.

Tampaknya Ilham mengetahui hal ini. Perlahan salah satu jarinya masuk ke anusku. Semakin lama anusku licin dan jari Ilham dapat keluar masuk mudah. Akhirnya jari-jari Ilham keluar masuk dikedua liang tubuhku. Nikmat kurasakan dan entah mengapa semakin kusodorkan kedua liangku ke arahnya. Bibir Ilham menikmati daerah pinggang dan perutku. Aah, seperti listrik mengalir dalam darahku dan juga daerah daerah tubuhku Song mereka sentuh.

Tunjukkan aksi liar anda pada suami Akhirnya kuterbaring dan kulihat dia melepaskan celananya. Kulihat miliknya terhunus dan ia tujukan ke liang vaginaku. Setelah itu dia kutelentangkan dan kukerjai dia habis-habisan. Kurasakan sentuhan miliknya di bibir vaginaku. Perlahan-lahan masuk. Dagu dan dadaku terangkat tinggi.

“Aaahh..” kuucapkan sambil akhirnya milik dia menancap dalam di liang vaginaku. Kemudian ia keluar-masukkan. Kurasakan gesekan Penisnya keluar masuk. Nikmat rasanya sampai-sampai anusku berdenyut-denyut. Mataku setengah terpejam dan kadang-kadang tubuhku goyang karena tak tahan merasakan nikmat. Sekilas terlihat Soni melepaskan celananya.

Kulihat miliknya lalu ia tempelkan ke mulutku. Kurasakan di bibirku dan tampaknya aku menyukainya. Perlahan miliknya dimasukkan ke dalam mulutku. Entah mengapa mulutku terangsang. Lalu kudekap milik Soni dengan tanganku. Kuayun-ayunkan dan kuhisap dengan mulutku. Kurasakan seluk beluknya dan kunikmati dengan lidah dan mulutku. Kujilat, kuhisap, kutelan dan seterusnya.

Beberapa saat kemudian kurubah posisiku jadi mengungging. Dengan begini mulutku dapat menikmati milik Soni yang terhunus. Perlahan kurasakan kenikmatan yang berbeda. Milik Ilham perlahan ia cabut dari liang vaginaku Kadang ia keluarkan dulu dan kemudian dia tancapkan lagi. Tampaknya ia sengaja. Karena setiap tancapan aku mendesah karena merasakan nikmat.

jadilah dewi sex Beberapa saat kemudian kurasakan banyak cairan yang menyembur dari milik Soni. Karena kubenar-benar terangsang maka kurasakan nikmat. Lalu kutelan dan entah mengapa malah membuatku tambah terangsang. Setelah habis kulepaskan hisapanku. Soni terdiam. Ilham menarik pundakku. Sehingga ia dapat memelukku dari belakang. Tangannya meraba-raba dadaku.

BAca Juga Cerita Sex Tabir Cinta 2 Dunia 2(finale)

Kurasakan ia berdiri dan aku tergantung di miliknya yang menancap. Kulihat Soni menghampiriku lagi. Kurasakan miliknya ia tancapkan ke liang vaginaku. Ah, aku diapit. Kurasakan kedua liangku mereka masuki. Dan akhirnya kami sama-sama sampai puncak dan puas.

Karena sudah malam akhirnya kami jalan keluar bertiga. Kami jalan-jalan dengan mobilku yang kaca filmnya hampir 100%. Kami main di utara Jakarta. Kemudian kami buat mobil goyang sampai jam 04:00 pagi. Tentu kami melakukan istirahat. Dan kami keluar dan balik jam 04:00 lebih. Tampaknya gairah seumur kami memang fit. Ilham dan Soni bergiliran menyetir.

Dan diperjalanan tiada sehelai kainpun di tubuhku. Kondisi kaca mobil yang memungkinkan sehingga selepas dari mojok aku pun masih bercinta dengan mereka. Sampai-sampai penjaga karcis pun tidak melihat tubuh polosku. Diperjalanan aku duduk di belakang dan mereka bergiliran bercinta denganku.
Mungkin karena tubuhku yang lebih unggul dari cewek-cewek lain jadi mereka tidak menyia-nyiakan kesempatan yang jarang ini. Dan mereka terus menikmati tubuhku.

No comments:

Post a Comment