Monday, 29 February 2016

IBU MIA




Hari-hari belakangan ini aku sering berkhayal tentang tetangga blok sebelah rumahku Bu Mia namanya,istri Pak Darta.Mereka tinggal disitu sudah dari 2 tahun yang lalu.Namun baru 1 tahun terakhir ini aku mulai memperhatikan istri Pak Darta itu.Banyak pikiran ngeres di otak datang tiap malam. Mulai dari keinginan melihat keindahan tubuh telanjangnya, mengelus paha mulus nya, meremas toket besar nya, ingin melihat bentuk memek dan menjilati, sampai dengan keinginan bercumbu dan bercinta di atas kasur, yang kemudian berakhir dengan menumpahkan sperma di memek Bu Mia.Oh…..


Bu Mia berusia 47 tahun dengan dua putri cantik hasil perkawinannya dengan Pak darta.Tubuhnya sintal dan putih mulus khas wanita sunda.sepertinya Bu Mia sangat rajin dalam merawat tubuhnya.Hal itu berawal dari ketidaksengajaan aku melihat paha mulus Bu Mia yang sedang tiduran di balai balai rumahnya akibat dari rok yang dipakainya sedikit tersibak keatas. Dan mungkin juga karena aku sudah dewasa (25 tahun] serta telah merasakan nikmatnya ngentot memek. Yah, memek pacarku sendiri, indri,maka aku jadi terobsesi dengan beliau.

Hampir tiap malam pikiran ngeres itu datang, bahkan sekarang jika aku ngocok kontol, Bu Mia lah yang jadi bahan fantasi. Lebih gila dari itu jika aku ngentot indri, aku membayangkan Bu Mia sedang melayaniku.

Dalam obrolan tak penting dengan teman-teman kuliah di pinggir jalan, ide menggarap Bu mia itu muncul semakin besar. Hal itu ketika seorang teman dengan bangganya bercerita tentang keberhasilan merenggkuh kegadisan sang pacar berkat bantuan obat perangsang. Tindakan gila itu katanya terpaksa di lakukan karena selama mereka berkencan, pacarnya selalu tidak mau di ajak bercinta dengan alasan ingin mempertahankan keperawanan sampai pernikahan. Dasar gila itu temanku.

Ngentot Bu Mia dengan obat perangsang? Ah ini ide gila. Banyak resiko negative akan timbul jika tindakanku ketahuan kelak. Tapi, memberi obat perangsang sebagai jalan aku menjelajahi tubuh Bu Mia, melihat memeknya, meremas dan mengisap buah dada, meraba paha mulus, sampai menelanjangi Bu Mia, ini yang sedang kupersiapkan serius.
Pencurian Referensi tentang obat perangsang dari seorang teman sudah cukup jelas di otakku, mulai dari merek obat perangsang, harga yg tidak mahal sehingga tidak perlu membohongi nyokap pura-pura minta uang untuk beli buku, sampai dengan teknik mencampurkannya kepada makanan/minuman. Sekarang tinggal waktu yang tepat untuk beraksi.

Pada suatu hari aku di suruh nyokap mengantarkan uang kepada Bu Mia, katanya uang arisan. Tak taulah gimana cerita nya nyokap bisa bergabung dengan kelompok arisan dengan warga di sekitaran rumah Bu Mia. Bagiku, ini adalah kesempatan untuk menjalankan aksi.
Sebernanya aku disuruh ke rumah Bu Mia setelah pulang kuliah, tapi karena pertimbangan banyak hal, jadilah aku bolos kuliah dan langsung menuju rumah Bu Mia. Sehingga jam setengah sembilan aku sudah berada di depan rumahnya.Aku sengaja dating jam segitu biar siasana rumah bu mia aman,soalnya pasti suami kerja dan anaknya sedang sekolah ama kuliah.
‘lo, Alan, kok udah datang, kata mama kamu ntar siang’ Bu Mia kaget dengan kedatanganku.
‘hehe…aku bolos Bu, males ke kampus dosen nya gak asyik’ aku pura-pura. sementara Bu Mia menggeleng kepala sampai tersenyum manis.
‘jangan bilang sama mama ya Bu’
‘tapi sekali ini aja kan, besok-besok ibu laporin’ Bu Mia dengan nada penuh canda.
‘ok Bu, setuju. Makasih’
Aku masuk ke rumah Bu Mia. Sudah ku perkirakan hanya dia sendiri dirumah. Dua putrinya sedang sekolah, sementara om darta sang suami sedang bekerja. Beginilah kehidupan Bu Mia, seorang full ibu rumah tangga. Dan saat itu pun dia sedang masak, jadi aku dan Bu Mia ngobrol di dapur setelah serah terima uang arisan selesai. Dan tentu saja sambil otakku terus berpikir keras bagaimana bisa mencampur obat perangsang ini dengan minuman.

Setelah acara masak memasak selesai Bu Mia pun mandi. Sementara aku ruang tengah untuk nonton tv. Tapi bukan tv yang jadi konsenku, tapi aku mulai mencari peluang untuk menuangkan obat perangsang ini. rumah Bu Mia memang sudah seperti rumahku sendiri. aku bebas menyantap makanan atau minuman di sana, atau kesana kemari tanpa kaku, kecuali kamar Bu Mia tentunya. Aku membuka kulkas , memperhatikan meja makan untuk mencari sesuatu untuk mencampur obat perangsang. Tapi tidak ada sesuai dengan hatiku.
Setelah selesai mandi dan berpakaian Bu Mia bergabung dengan ku nonton tv. Aku duduk di sofa bersama Bu Mia. satu toples kue dan teh manis menemani kami ngobrol akrab.
‘tambah teh manisnya lan’ Bu Mia menawarkan ketika melihat minumannku habis.
‘ga usah Bu’ jawabku ‘ ibu gak suka minum teh yah’ aku makin mencari celah.
‘kadang-kadang aja, Cuma kalo sekarang ibu lagi rajin minum susu kalsium. biar tulang gak keropos. maklum udah tua’
‘wah Bu Mia udah ke makan iklan neh’ candaku
‘mungkin juga , tapi bener juga kan, kalsium bagus buat tulang’ kata Bu Mia ‘o iya, ibu lupa hari ini belum minum, kamu mau lan’ katanya sambil berlalu
‘gak ah’
Bu Mia kembali dengan segelas susu putih kalsium, kami pun kembali ngobrol kesana kemari. Kini sasaran ku jelas; susu kalsium ini lah yang akan jadi tempat mencampur obat perangsang..
dag dig dug jantung ku berdebar berharap Bu Mia meninggalkanku untuk memberi kesempatan menuangkan obat perangsang kedalam susu kalsium. Dan tenyata benar adanya. Bu Mia kebelakang entah apa tujuanya. Dengan cepat kubuka tas, kumabil obat perangsang yang telah ku masukan ke dalam botol air mineral. siapapun akan menyanggka jika melihat botol itu adalah air mineral yang dijual bebas, padahal isinya telah ku ganti dengan obat perangsang yang hanya beberpa mili liter itu. Jika Bu Mia melihat botol itu pasti akan mengira kalu aku kuliah bawa air minum, padahal aku gak pernah bawa. Hanya saja aku sering lihat teman-teman cewek membawa air minum di tasnya.kalau ke kampus.

Hanya perlu bebera detik aku tuangkan obat perangsang ke dalam susu kalsium Bu Mia. Tapi efek jantungku benar-benar dahsyat, jantungku berdebar semakin kencang, keras sekali, seperti mau meledak. Percampuran antara harapan, cemas, dan takut terjadi sesuatu yang diluar perkiraan. Hingga tak terasa jidatku mengeluarkan keringat. Sambil menanti Bu Mia kembali bersamaku.
‘ibu gak kemana-mana kan hari ini’
‘tiap hari emang ibu gak kemana-mana, emang nya kenapa?’
‘ya nggak tan, barangkali ibu mau pergi, jadi keganggu aku numpang bolos disini’
‘nggak-nggak kok’
Dakdigdug jantung semakin keras ketika susu kalsium yang telah bercampur obat perangsang itu habis di minum Bu Mia.

‘enak banget jadi artis, kawin cerai udah biasa’ kataku mengomentari acara infotainment yang sedang kami tonton.
Bu Mia tertawa kecil mendengar celotehku. ‘eh gimana indri, kamu kok gak pernah cerita lagi sama ibu’
‘baik-baik aja kok bu, kadang bosan juga sih, pengen cari lagi’
‘tapi jangan sampe nyakitin cewek kalo mao ganti pacar, sebelum kawin sih ga apa-apa’
‘itu dia masalahnya bu….’
‘kenapa emang’
‘ah gak ah’
‘lo kok nggak’
‘rahasia dong bu’
‘pake rahasia-rahasia an sama ibu’
‘nanti ibu cerita sama mama’
Bu Mia tertawa kecil. ‘ya udah ibu janji lagi gak lapor mama kamu’
‘ngomongin yang lain aja ah’
‘eh nggak, nggak, belum selesai’ ibu mengoyak pahaku.’sekarang ibu mau Tanya, kamu udah apain tuh indri’
‘emang di apain bu, gak ngerti’ aku belaga bego
‘hmm, jangan-jangan, kamu udah…..’ Bu Mia memainkan jari telunjuknya ‘jangan-jangan , hayo ngaku hehehe……’
‘ngaku apain sih tan’
‘kamu udah nidurin indri, bener kan’ Bu Mia sambil senyum
‘ah nggak….ibu kok punya pikiran gitu sih’
‘ayo ngaku..’ Bu Mia mencubit pinggangku pelan dan tak melepaskan.
‘aduh sakit ibu, geli nih…..’
‘ngaku gak…’
‘ibu lepasin nih aduh, aduh……’ aku geli sambil tertawa-tawa
‘ngaku gak, biarin ibu cubit sampe ngaku’
‘gak tan, nggak, belum di apa-apain. Aku memiringkan tubuhku berusaha melepaskan cubitan ibu, kedua telapakak tanganku ku kugunakan untuk menutaup wajah yang mulai memerah menahan malu dan geli. Bu Mia tidak melepas. Bahkan tangan kirinya berusaha melepas kedua telapak tangan yang menutup wajahku.
’ngaku nggak?’
‘iya ibu, udah,udah ibu….., lepasin’
Bu Mia melepas cubitannya, tapi tidak selesai disitu, sekarang ia mencubit kedua pipiku ckup keras.
’tetangga ibu ini udah nakal yah’
‘aduh ibu…sakit nih’
biarin…..’kata beliau dengan muka yang dibuat kaya orang gemes
‘ibu jangan bilang mama yah…aduh…aduh…’
Wajahku di jembreng tangan Bu Mia dengan jarak yang sangat dekat bahkan kadang bersentuhan membuat kontolku ngaceng.
Perlakuan ‘kejam’ Bu Mia berangsur menjadi seperti orang horny. tatapan mata serta gerak tubuhnya menandakan itu. Ku piker obat perangsang itu sudah mulai bekerja di tubuhnya, kurang lebih 30 menit setelah masuk ke tubuhnya.
Aku membalikan badan ke sandaran sofa untuk menyembunyikan mukaku yang memerah malu ini. tangan Bu Mia berusaha mengembalikan wajahku kea rah depan, aku bersikukuh dengan merapatkan wajah di sandaran sofa. Pergerakan tubuh Bu Mia ternyata terasa di bagian pungguku, ternyata tubuh Bu Mia sudah merapat dengan pungguku. Ah kontolku semakin ngaceng saja mendapat gesekan benda empuk di belakang., kupastikan itu adalah toket Bu Mia yang berhimpit.
‘alan berbalik dong, masak ibu di belakangin begini’
Aku tidak mempedulikan, yang ada di pikiranku adalah tentang aksi lanjutan ini.
Tiba-tiba Bu Mia memelukku dari belakang, tangannya melingkar di perutku, sementara kepalanya berada di leherku.
Yes,yes. Berarti obat perangsang ini sudah bener-bener bekerja. Aku membalikan wajahku dan ibu mia tak melepaskan pelukan tubuhnya dari tubuhku.
‘lan…’
‘ibu ga cerita sama mama kan’ aku pura-pura masih membahas tema tentang indri, padahal aku yakin betul pikiran ibu sudah berpindah dan di masuki birahi efek dari obat perangsang.
‘alan, ah….’ Bu Mia duduk di panggkuanku, dan membenamkan tubuhnya di dadaku, toket besarnya menekan dalam di dadaku, mulutnya meciumi leher Sementara kedua tangan memegang tanganku.
‘Bu mia………’ aku pura-pura kaget
Bu Mia tidak berkata-kata lagi. Ia terus saja bergerila menciumi bibirku dengan suara yang semakin parau. Aksi Bu Mia semakin liar ketika dia membuka kaos yang ku kukenakan.
‘ibu mia …oh…!’ hanya itu yang keluar dari mulutku.
‘ibu pengen lan……kamu mau kan menolong ibu……???’
‘Yes,kata2 yang ku idamkan akhirnya keluar juga dari bibir seksinya……
Aku mulai beraksi, tangan yang dari awal sudah gatal inging menjamah, langsung beraksi meremas toketnya. Uh, gede banget, empuk.
Bu Mia tidak puas dengan dengan remasan tanganku, ia mengangkat tshirt, dan membuang begitu saja, kemudian dia melepas tali bh dan juga mencampakan kebelakang, toketnya kemudian di berikan kewajahku.. Cup cup mulutku langsung nyosor di putting toketnya. Toket putih besar dengan putting merah kehitam-hitaman menjadi mainan lidahku. Buas sekali memainkan toket Bu Mia, bahkan secara jujur aku lebih bernafsu dengan toket Bu Mia dari pada toket indri yang tidak terlalu besar itu.
Aku semakin liar, mendorong Bu Mia hingga telentang di sofa. Inilah tujuanku, menikmati setiap jengkal tubuh Bu Mia. Tindakan pertama yang kulakukan adalah melepas rok dan celana dalamnya, hingga Bu Mia telanjang bulat telentang pasrah di sofa siap menanti semu perilaku bejatku.
paha mulus Bu Mia menjadi sasaran utama, gara-gar paha mulus inilah aku melakukan aksi gila ini. aku menggerayangi setiap jengkal paha mulus Bu Mia,kemudian aku buat cupangan kecil dipaha bagian Bu Mia yang mulus itu…lalu sedikit demi sedikit aku elus semua bagian pahany hingga telapak tanganku semakin dekat dengan daerah paling pribadi milik perempuan; memek Bu Mia. ada bukit indah dengan rerimbunan rambut hitam disana. cukup lebat. bermain jari-jari disana aku sangat terobesi dengan belahan indah memek dengan lorong yang memerah.
‘eghhhh…..egghhhh…..eghhhh…’ ibu menggelinjang ketika tanganku berada di bibir memek itu.
sejenak aku meninggalkan memek Bu Mia. sasaranku kini adalah dua bukit kembar yang masih cukup membusung meski sedang telentang. dengan buas aku melumat puting toketnya sebelah kiri, meremas payudara kanan dengan tanganku.
gerakan mulut dan lidahku semakin menjadi ketika aku menjejahi setiap centi tubuh molek teman ibuku itu. dari leher, turun kembali ke toket kemudian berangssur turun ke memek. bermain main lidah di memek aku berlama-lama apalagi posisi kaki kiri Bu Mia sudah berada di atas sandaran sofa sehingga wilayan memek semakin terbuka. Bu Mia terus mendesis. aghh…..aghhhhh…..eghh….ohhhhhhh……..zzzzz ……suara desisan itu membuatku semakin bernafsu, kontolku semakin keras dan berdenyut dan secara reflex tangan bu Mia melorotkan resleting celana dan mengeluarkan kontolku. tangan Bu Mia bekerja meremas dan mengocok kontolku, sementara lidah ku terus menjilati memek Bu Mia, tangan kanan terus menjelajah dari paha kemudian ke toket dan memek secara bergantian.
oghhh…..oghh….aghh…….eghh………Bu Mia terus saja mendesis dengan diselingi menjambak rambutku.

dengan celana jeans yang ku pakai Bu Mia tidak leluasa mengocok kontolku, maka beliau berniat melepaskannya. tapi sebelum itu di lakukan aku sempat berpikir tentang keamanan rumah. maka ku gendong Bu Mia ke kamar.

Setibanya di kamar, langsung kubaringkan Bu Mia di kasur. aku pun buru-buru membuka celana jeansku dan celada dalamku. setelah aku telanjang bulat, aku langsung mencumbu Bu Mia di kasur. dan yang tak kalah nikmat adalah ketika Bu Mia telungkup dan aku menindih dari atas, kontolku berada di bokong Bu Mia.
Bu Mia memang sangat menggairahkan. suara parau yang membuatku ingin memasukan kontolku pada memeknya. tapi tidak, bukan itu tujuanku memberikannya obat perangsang. aku hanya ingin menikmati keindahan tubuhnya dan membuatya orgasme dengan lidahku, bukan ngentot memeknya dengan kontolku.

Sekiann lama aku mencumbu Bu Mia di kasur semakin aku ingin membenamkan kontolku ke memeknya, apalagi Bu Mia memohon untuk segera memasukan kontolku…..aghh…..udah…..oghhhh…. masukin….masukin…udah….aghhh………tolong. .. masukin……..
aku jadi semakin bingug dengan kontolku yang semakin berkedut ingin di jepit benda penuh nikmat;memek. dan kondisi itu sedang mendukung. memek merah merekah siap menerima meriman Kontolku ini.
dan memang akihirnya aku tidak kuat dengan kondisi ini.akhirnya ku masukan kontolku ke memek Bu Mia, bles…bless….bless……clep…clep… clep….
aghhhhhhhhhhhhh………………….Bu Mia melepas desahan panjang sambil matanya melongo menatapku yang terus menikmati setiap gerakan Bu Mia.
aghhh……………aghhhhhh…….suaraku juga semakin keras akibat kenikmatan tiada tara memasukan kontol di memek Bu Mia

setiap dorongan adalah kenikmatan, gerakan ku yang semula pelan-pelan dengan terus berusaha romatis semakin tidak terkendali dan cenderung cepat akibat suara Bu Mia yang juga semakin keras. aku terus bergerak maju mundur. betapa nikmat aku memompa memek Bu Mia. memeknya memang tidak sesempit kepunyaan indri, tapi aku sangat menikmati setiap gerakan tubuh dan desis suaranya. Bu Mia, memang luar biasa. di usia yang tidak lagi muda dia sangat menggairahkan bagi anak muda sepertiku.
‘agh…..agh….agh…ibu mau keluar….agh…..agh….ibu mau keluar… ‘. suara Bu Mia terputus putus…;aghh..oghhhh

kupercepat gerakanku.menggenjot memeknya. hingga tiba-tiba Bu Mia mengejang hebat, kedua tangannya menjambak rambut dan kepalaku, sementara kedua kakinya melingkar di tubuhku.di ikuti bibirnya yang melumat bibirku dengan suara lolongan yang tersumbat di bibirku…eeegggh………eghhhhh……..eghhhhh ……… egggghhhhhh
aku yang sadar Bu Mia orgasme menghentikan gerakan. mundur, tapi kutekan lebih dalam kontolku ke memeknya……..dan teryata benar, Bu Mia mengejang semakin hebat dengan gerakanku itu.

nafas Bu Mia terengah-engah ketika ia melepas jambakan tangannya dan menurunkan linkar kakinya. tapi itu tidak lama karena Bu Mia kembali meranngkul kepalaku, ‘ibu udah keluar sayang…….’
aku senang sekali mendengar ucapan Bu Mia itu.Ku lihat air maniku meleh keluar dari memek Bu Mia.aku senang bisa membuat wanita mendapat kepuasan seksual dariku. bagaimanapun juga aku menikmanti tubuh wanita bukan hanya menyalurkan sperma ke memeknya, tapi juga ingin memberikan kebahagian atas nikmatnya orgasme dari bercinta.
Dan selanjutnya acara ngentot itu pun di akhiri dengan orgasme dari ku, Bu Mia masih bisa orgasme sekali lagi dan itu yang semakin membuat senang.Hari itu kami melakukan persetubuhan ini sebanyak dua kali sampai menjelang pulang anakny yang no 2.
aku senang dan puas bisa ngentot memek Bu Mia,akhirnya tubuh putih mulus tetanggaku ini bisa ku nikmati, tapi selebihnya aku menyesali perbuatanku itu. Begitu juga dengan Bu Mia, ia menyesal dengan kejadian itu. meskipun katanya ia sangat menikmati bercinta denganku, tapi ia tidak mau lagi memberikan memeknya padaku apalagi buat orang lain. ia hanya ingin memberikan memeknya kepada suaminya Pak Darta.Sebulan kemudian Bu Mia dan keluarga pindah ke kota lain karena Pak Darta di mutasikan ke kota tersebut.

No comments:

Post a Comment